Pentingnya Madrasah Keluarga Tanamkan Keimanan Anak sejak Dini
- 23 Feb 2026 12:03 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone — Ramadan dikenal sebagai bulan penuh berkah dan ampunan, sekaligus momentum terbaik bagi orang tua untuk menanamkan nilai-nilai keimanan kepada anak sejak dini. Bulan suci ini dapat dijadikan sebagai “madrasah” bagi anak-anak untuk belajar Islam secara lebih mendalam melalui ibadah, kebiasaan baik, dan keteladanan orang tua.
Wakil Direktur Pascasarjana IAIN Bone, Dr. Aksi Hamsah, menegaskan bahwa orang tua memiliki peran sentral dalam membangun spiritualitas anak selama Ramadan. Ia menyebut, pendidikan keimanan tidak cukup hanya melalui perintah, tetapi harus dibangun melalui komunikasi, keteladanan, dan pelibatan anak dalam setiap aktivitas keluarga.
Menurut Dr. Aksi Hamsah, yang juga Ketua Dewan Pembina Yayasan Asshiddiq Peduli Umat, salah satu pendekatan yang efektif adalah melibatkan anak dalam pengambilan keputusan keluarga, khususnya terkait program Ramadan. Orang tua dianjurkan mengajak anak berdiskusi saat menyusun jadwal ibadah seperti waktu tadarus, mengaji, salat berjamaah, hingga kegiatan berbagi di bulan suci.
“Tidak boleh orang tua mengambil keputusan tanpa melibatkan anak. Anak perlu dihadirkan dalam proses pengambilan keputusan. Ketika kita membuat jadwal Ramadhan, komunikasikan dengan anak, dengarkan keinginan mereka, agar mereka merasa memiliki dan lebih termotivasi menjalankan kegiatan tersebut,” ujarnya kepala RRI.CO.ID, Senin 23 Februari 2026.
| Baca juga: Peran Ibu Kunci Keimanan Anak |
Ia menambahkan, pendekatan dialogis membuat anak merasa dihargai dan dipercaya, sehingga nilai-nilai agama tidak dirasakan sebagai paksaan. Dengan cara ini, anak akan lebih mudah menumbuhkan kesadaran beragama yang lahir dari hati, bukan sekadar karena tekanan orang tua.
Selain itu, keteladanan orang tua juga menjadi faktor kunci. Orang tua diharapkan menjadi contoh dalam menjaga salat, membaca Al-Qur’an, bersedekah, serta menjaga akhlak selama Ramadan. Anak-anak cenderung meniru perilaku orang tua, sehingga sikap religius yang konsisten akan membentuk karakter spiritual mereka secara alami.
Dr. Aksi Hamsah juga menekankan pentingnya menciptakan suasana Ramadan yang menyenangkan di rumah, seperti berbuka bersama, kisah-kisah islami sebelum tidur, dan aktivitas sosial berbagi kepada sesama. Menurutnya, suasana hangat dan penuh kebersamaan akan memperkuat ikatan emosional sekaligus menanamkan nilai keimanan yang mendalam pada anak.
Dengan menjadikan Ramadan sebagai ruang belajar bersama, orang tua tidak hanya membentuk kebiasaan ibadah anak, tetapi juga menanamkan fondasi keimanan yang akan melekat hingga dewasa. Ramadan pun menjadi momentum emas bagi keluarga untuk tumbuh secara spiritual dan memperkuat karakter generasi masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....