Peran Ibu Kunci Keimanan Anak
- 04 Mar 2026 19:21 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone - Bulan suci ramadan menjadi madrasah utama bagi anak-anak dalam membentuk keimanan, akhlak, kedisiplinan hingga kepekaan sosial. Dalam keluarga, peran ibu dinilai sangat strategis dalam menciptakan suasana Ramadan yang hangat, menyenangkan dan penuh makna bagi tumbuh kembang spiritual anak.
Ibu Wakil Bupati Bone, Hj Maya Damayanti Andi Akmal, SP, menegaskan bahwa ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi momentum pendidikan karakter dalam keluarga. “Ramadan itu menjadi wadah pendidikan buat anak-anak kita. Di situ mereka belajar keimanan, akhlak, disiplin, hingga kepekaan sosial,” ujarnya saat menjadi narasumber di Bincang Siang RRI Bone, Rabu 4 Maret 2026.
Menurutnya, ibu memiliki peran emosional paling besar dalam keluarga sehingga sangat menentukan suasana Ramadan di rumah. “Ibu itu peran emosionalnya sangat besar. Maka suasana ramadan yang menyenangkan dan menenangkan itu sangat ditentukan oleh bagaimana ibu mengendalikan emosi, bersabar dan menghadirkan kelembutan,” ujar Maya Damayanti.
Ia mencontohkan, peran sederhana seperti membangunkan sahur dengan penuh kasih, menyiapkan makanan yang disukai keluarga, hingga memastikan waktu berjalan disiplin merupakan bagian dari pendidikan yang tidak langsung tertanam dalam diri anak. “Kalau ibunya tenang dan sabar, anak-anak juga akan merasakan Ramadan sebagai momen yang hangat dan berkesan,” katanya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya keteladanan dibandingkan sekadar perintah. Menurutnya, nilai keimanan akan tumbuh melalui kebiasaan yang dilihat langsung oleh anak dari figur orang tuanya. “Kalau hanya instruksi, mungkin didengar lalu hilang. Tapi kalau itu menjadi suasana dan kebiasaan yang berkesan, itu akan terekam dalam memori dan membentuk potensi spiritual mereka ke depan,” ujarnya.
Momentum kebersamaan selama ramadan juga dinilai sebagai kekuatan tersendiri dalam mempererat hubungan keluarga. Waktu sahur dan berbuka puasa bersama, salat tarawih, hingga pengalaman-pengalaman sederhana seperti kesiangan atau kejadian lucu di rumah, menjadi kenangan yang melekat hingga anak dewasa. “Momen-momen seperti itu yang membuat ramadan terasa seru dan dirindukan,” tambahnya.
Maya Damayanti berharap para ibu dapat memanfaatkan ramadan sebagai kesempatan emas membangun kedekatan dengan anak. Dengan suasana yang hangat dan penuh keteladanan, penanaman nilai-nilai keimanan akan lebih mudah diterima dan tertanam kuat dalam diri anak sebagai bekal kehidupan mereka di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....