Lima Jenis Gangguan Jiwa Versi WHO
- 24 Okt 2025 19:37 WIB
- Bone
KBRN, Bone: Gejala gangguan jiwa tidak muncul begitu saja pada diri seseorang. Terdapat beberapa faktor pemicu yang tidak mendapatkan penanganan tepat oleh ahlinya sehingga berujung pada perubahan dalam pola pikir, emosi, atau perilaku maupun gabungan dari ketiga perubahan tersebut.
Dilansir dari laman Kementrian Kesehatan, gangguan jiwa dapat disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu faktor biologi yang meliputi otak, sistem endokrin, genetik, sensori, dan faktor ibu selama masa kehamilan. Sedangkan faktor psikologis yang meliputi pengalaman awal, proses pembelajaran, dan kebutuhan dalam hidup, faktor sosial budaya yang meliputi stratifikasi sosial, interaksi sosial, keluarga, perubahan sosial, dan sosial budaya itu sendiri, serta yang terakhir adalah faktor lingkungan.
Adapun gangguan jiwa dapat dibedakan menjadi lima jenis (WHO,2016) , yaitu:
1. Depresi
Depresi merupakan gangguan mental yang umum dan merupakan salah satu dari penyebab utama disabilitas di dunia. Secara global, diperkirakan 350 juta orang mengalami depresi yang ditandai dengan sedih, putus asa, pesimis, perasaan bersalah, tidak berharga, kesulitan berkonsentrasi, mengingat dan membuat keputusan, pikiran bunuh diri bahkan percobaan bunuh diri. Adapun faktor yang dapat menyebabkan individu mengalami depresi seperti faktor genetik, trauma, kehilangan orang yang berharga, ketidakmampuan menjalin hubungan atau situasi lainnya yang dapat menyebabkan stres. Depresi seringkali terjadi pada dewasa awal antara usia 20 sampai 30 tahun dan dapat ditangani menggunakan obat-obatan berupa antidepresan dan psychotheraphy atau talk therapy (National Institute of Mental Health).
2. Gangguan Bipolar
Gangguan bipolar dialami oleh lebih dari 60 juta orang di dunia. Bipolar terdiri dari dua episode manik dan depresi yang biasanya di perantarai oleh episode normal. Episode manik ditandai dengan peningkatan mood, aktifitas berlebih, harga diri meningkat, penurunan kebutuhan untuk tidur. Orang yang mengalami episode manik tanpa mengalami episode depresi juga di klasifikasikan mengalami gangguan bipolar.
3. Skizofrenia
Skizofrenia diderita oleh lebih dari 21 juta jiwa di dunia. Skizofrenia ditandai dengan distorsi pikiran, perspesi, emosi, bahasa, dan perilaku. Skizofrenia di tandai dengan adanya halusinasi penglihatan, pendengaran, atau merasakan sesuatu yang tidak ada. Gejala lain dari skizofrenia dapat berupa delusi, dan juga perilaku abnormal seperti penampilan aneh, bicara tidak koheren, berkeliaran, bergumam atau tertawa sendiri, pengabaian diri. Skizofrenia dapat tangani dengan penggunaan obat-obatan dan dukungan psikososial.
4. Demensia
Diperkirakan sekitar 47,5 juta orang mengalami demensia. Demensia biasanya bersifat kronik atau progresif dimana terdapat penurunan fungsi kognitif (kemampuan memproses pikiran) melampaui apa yang dapat diharapkan dari penuaan normal. Demensia mempengaruhi memori, proses pikir, orientasi, kalkulasi, kapasitas belajar, bahasa, dan pengambilan keputusan. Kerusakan fungsi kognitif umumnya disertai dan kadang-kadang didahului dengan penurunan pengendalian emosi, perilaku sosial, atau motivasi.
5. Gangguan Tumbuh Kembang
Gangguan tumbuh kembang biasanya terjadi pada anak kecil tetapi dapat bertahan sampai dewasa, menyebabkan kerusakan, atau penundaan fungsi berhubungan dengan maturitas sistem syaraf pusat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....