Sempol Dapur Ce-Bu Menantang Arus Persaingan Bone

  • 14 Feb 2026 21:54 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Bone – Ketahanan pelaku kuliner lokal menghadapi padatnya pelaku UMKM malam hari tercermin dari kiprah Firda Yuni, pemilik Dapur Ce-Bu, yang mampu mengokohkan eksistensi produknya di Lapangan Merdeka Watampone, kawasan sentra jajanan rakyat Kabupaten Bone.

Berangkat dari latar ibu rumah tangga, Firda mengembangkan varian jajanan berbahan dasar ayam dengan konsep berbeda, menghadirkan isian keju, sosis, serta racikan orisinal yang dirancang untuk membedakan diri dari produk serupa yang telah lebih dulu hadir.

Firda menuturkan, ketekunan dan keyakinan pada kualitas menjadi pondasi utama bertahan menghadapi ketatnya kompetisi pedagang malam. Meski kondisi cuaca kerap mempengaruhi jumlah pengunjung, lapaknya tetap beroperasi secara konsisten demi menjaga kepercayaan konsumen.

“Rasa harus stabil. Kalau enak sekali, pembeli akan kembali, pentingnya mutu produk sebagai penentu loyalitas pelanggan,”ujarnya saat di jumpai dilapangan Watampone, Sabtu,14 februari 2026.

Selain cita rasa, ukuran porsi dan keberagaman sambal menjadi keunggulan lain. Dapur Ce-Bu menyediakan pilihan kacang, pedas, taichan, hingga barbeque, yang disesuaikan dengan selera pengunjung lintas usia. Keberadaan Lapangan Merdeka disebut Firda sebagai titik strategis pengembangan UMKM karena berada di pusat kota serta menjadi tujuan utama masyarakat pada malam hari, termasuk pengunjung dari luar daerah.

Firda juga menyebut dukungan penataan kawasan oleh pemerintah daerah memberi ruang tumbuh bagi pedagang kecil, selama pelaku usaha menjaga kebersihan dan kerapian lapak. Melalui pendekatan kualitas produk dan kedisiplinan berdagang, Dapur Ce-Bu menunjukkan bahwa UMKM lokal mampu bertahan tanpa harus tergerus arus persaingan.

Rekomendasi Berita