Kreativitas Anak Muda Bone Bangkitkan Kuliner Lokal
- 30 Mei 2025 09:22 WIB
- Bone
KBRN,Bone: Seorang pemuda asal Kabupaten Bone, A. Fathyan Al Faathir, menjadi bukti nyata bahwa kreativitas anak muda mampu mendorong kemajuan dunia kuliner kekinian yang adaptif terhadap selera pasar. Lewat dua brand yang didirikannya, Risuji dan TebiTebi, Andi Faathir menunjukkan bagaimana inovasi dan strategi digital bisa dikolaborasikan dalam usaha makanan dan minuman.
Andi Faathir mengawali usahanya pada 2021, di tengah pandemi COVID-19, dengan membuka coffeeshop kecil bernama Risuji. Bermodalkan Rp3 juta, ia memulai usaha di depan rumahnya sebagai bentuk kepedulian terhadap teman-temannya yang kesulitan mendapatkan pekerjaan. “Saya merasa punya sedikit kelebihan yang bisa dimanfaatkan untuk bantu teman-teman dapat penghasilan,” ujarnya saat dikonfirmasi rri.co.id, Jumat(30/5/2025).
Tidak berhenti di situ, pada Juli 2024, ia kembali menghadirkan TebiTebi, usaha kuliner yang menawarkan konsep fusion food, yakni makanan bergaya Asia seperti Jepang, Korea, dan China, namun disesuaikan dengan cita rasa lokal. “Saya yakin rasa tetap harus Indonesia. Karena kalau terlalu autentik, bisa jadi tidak cocok di lidah masyarakat Bone,” katanya.
Sebagai pelaku usaha muda, Andi Faathir juga dikenal aktif sebagai content creator. Hal ini ia manfaatkan untuk mempromosikan produknya sendiri tanpa perlu biaya tambahan untuk jasa iklan. “Saya tinggal lempar produk ke media sosial. Yang penting tahu cara bikin konten yang bisa menjangkau target market,” jelasnya.
Namun, menurut Andi Faathir, menjadi content creator sekaligus pengusaha juga membutuhkan manajemen waktu yang baik. Mayoritas pekerjaannya sebagai kreator konten berada di Makassar, sehingga ia harus pandai membagi waktu antara produksi konten dan mengelola bisnis di Bone. “Tapi sisi baiknya, nama saya tetap dikenal dan promosi jalan terus,” tambahnya.
Salah satu kekuatan TebiTebi adalah keberaniannya menghadirkan menu-menu unik seperti Tsunako dan Kohanagi, yang tampil kekinian namun tetap akrab di lidah lokal. Produk-produknya dibuat dari bahan dasar seperti ayam, mie, dan nasi, tapi dengan racikan rasa dan tampilan yang tidak biasa. “Sekarang orang makan bukan cuma untuk kenyang, tapi juga untuk konten. Jadi tampilannya juga harus menarik,” katanya.
Saat ini, Risuji mempekerjakan empat orang karyawan dan TebiTebi dua orang. Target pasarnya awalnya pelajar SMP dan SMA, namun kini sudah meluas ke berbagai kalangan, termasuk orang dewasa. Ini menunjukkan bahwa kreativitas dalam penyajian dan pemasaran mampu menjangkau konsumen lintas usia.
Andi Faathir berharap ke depan anak-anak muda Bone semakin percaya diri terjun ke dunia UMKM, khususnya di bidang kuliner. “Saya yakin kuliner lokal bisa maju asal terus berinovasi. Dan saya percaya orang Bone itu loyal dan supportif. Kalau kita kelola dengan baik, ekonomi Bone bisa tumbuh lewat kreativitas anak mudanya sendiri,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....