Mengenal Kawali, Badik Warisan Kerajaan Bone dan Simbol Identitas Pria Bugis

  • 01 Sep 2026 19:03 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Bone - Jejak sejarah kejayaan kerajaan Bone masih bisa kita lihat melalui benda-benda peninggalan para leluhur, salah satunya Badik atau Kawali. Kawali merupakan senjata tradisional etnis Bugis yang tidak hanya difungsikan layaknya senjata tapi juga menjadi identitas diri dan simbol kewibawaan seorang laki-laki.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

Dalam sebuah ungkapan Bugis menyatakan “tenniya ugi narekko de’nappunai Kawali” artinya “Bukan Seorang Bugis apabila tidak memiliki badik”. Kawali atau badik adalah warisan kebudayaan fisik dan juga produk kesenian yang sangat lekat dengan kehidupan masyarakat Bugis sehingga diabadikan dalam bentuk tugu di pusat kota Bone.

Dari laman Perpustakaan Digital Budaya Indonesia dijelaskan dahulu di Tanah Bone, setiap anak terutama laki-laki dibekali dengan sepucuk badik. Keinginan dan harapan orang tua terhadap sang anak biasanya dimanifestasikan melalui badik/kawali yang dipesan khusus kepada seorang Panre.

Ketika orang tua mengharapkan si anak hidup sejahtera tanpa kekurangan, maka dia sang orang tua akan memesan badik yang berpamor Kurisi atau Madaung ase. Begitu pula apabila orang tua ingin anaknya menjadi pemimpin yang disegani, pemberani dan berkahrisma maka yang dipesan adalah pamor makkure'cillampa.

Bone memiliki beberapa macam jenis kawali yang terkenal seperti salapu' (sebagian orang menggolongkan sebagai keris/tappi') gecong ,raja, to asi dll. Bagi masyarakat Bone, badik Raja merupakan salah satu badik yang tinggi derajatnya dan paling dicari oleh para penggemar senjata tradisional.

Badik Raja berasal dari sebuah desa di Kecamatan Kajuara di wilayah Bone Selatan. Konon badik Raja tidak dibuat oleh manusia biasa, melainkan oleh mahluk gaib. Di masa lalu masyarakat dikampung Raja tidak pernah melihat Panre' yang membuat badik raja.

Pada malam-malam tertentu masyarakat disekitar tempat pembuatan Badik Raja hanya mendengar suara palu beradu dengan besi tanpa pernah melihat siapa pembuatnya, saat pagi menjelang sebuah Badik Raja selesai dibuat. Sampai saat ini, dikampung Raja masih terdapat benda-benda yang oleh masyarakat sekitar dipercaya sebagai alat-alat pembuatan Badik Raja.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....