Generasi Muda Krisis Pengetahuan Budaya Bone
- 08 Apr 2026 14:48 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone - Kabupaten Bone menghadapi tantangan serius dalam menjaga kelestarian budaya lokal di tengah arus modernisasi. Krisis menurunnya pengetahuan generasi muda terhadap sejarah dan tradisi daerah Bone menjadi perhatian penting, terutama dalam momentum Hari Jadi Bone ke-696. Budayawan Dr. H. A. Youshand Latenritappu menilai bahwa banyak generasi muda saat ini mulai melenceng dari akar budayanya. Ia menyoroti kondisi di mana anak-anak tidak lagi mengenal sejarah daerahnya sendiri, termasuk tokoh-tokoh penting dan peristiwa budaya di Bone. "Ditanya kapan perang Bone dia tidak tahu, siapa Raja Bone dia tidak tahu. Tapi saat ditanya siapa itu Pangeran Diponegoro anak-anak cepat sekali dia tahu. Dia punya daerah sendiri, tapi tidak ada dia tahu. Ini satu kerugian kita sebagai bangsa Bugis, ini jati diri kita hilang," Jelas Dr. H. A. Youshand saat berbincang dalam program Bincang Siang RRI Bone, Rabu, 08 April 2026.
Lebih lanjut dijelaskan, kondisi ini sangat memprihatinkan karena generasi muda justru lebih mengenal budaya luar dibandingkan budaya sendiri. Ketidaktahuan terhadap sejarah lokal dianggap sebagai kerugian besar bagi identitas masyarakat Bugis, yang selama ini dikenal memiliki kekayaan budaya yang kuat.
Ia menegaskan bahwa hilangnya pemahaman budaya berarti hilangnya jati diri. Oleh karena itu, upaya pelestarian harus dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga, sebelum diperkuat melalui lingkungan masyarakat dan institusi pendidikan formal seperti sekolah. Lebih lanjut, peran pemerintah dan lembaga kebudayaan dinilai sangat penting dalam memberikan edukasi melalui pelatihan dan sosialisasi. Program-program pengenalan budaya seperti mapertuada, martompang, hingga penggunaan pakaian adat perlu terus digalakkan secara berkala.
"Selama ini, kegiatan pelatihan budaya telah dilakukan dengan mengundang perwakilan dari berbagai kecamatan hingga desa untuk diberikan pemahaman langsung. Bahkan, sosialisasi juga dilakukan ke sentra kerajinan guna memperkenalkan kembali nilai-nilai budaya yang pernah berkembang di masa kerajaan," ungkap Dr. H. A. Youshand.
Dengan berbagai upaya yang telah dilakukan, diharapkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya budaya lokal dapat kembali tumbuh dan mengakar kuat dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kolaborasi yang berkelanjutan antara keluarga, sekolah, dan pemerintah, diharapkan generasi muda Bone mampu mengenal, mencintai, dan menjaga warisan budayanya sebagai bagian dari jati diri yang tidak boleh hilang di tengah arus zaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....