Bissu Jadi Simbol Warisan Budaya yang Perlu Dilestarikan
- 16 Apr 2026 21:31 WIB
- Bone
RRI.CO.ID,Bone - Bissu menjadi salah satu warisan budaya takbenda masyarakat Bugis yang memiliki nilai historis, spiritual, dan filosofis yang tinggi, sehingga perlu terus dijaga dan dilestarikan di tengah perkembangan zaman. Syamsul Bahri (Puang Matoa Ancu), Bissu Sessunwiru, menyampaikan bahwa keberadaan Bissu tidak hanya sebagai tokoh spiritual, tetapi juga bagian penting dalam sistem sosial masyarakat Bugis sejak masa lalu hingga saat ini.
Ia menjelaskan bahwa dalam tradisi Bugis, Bissu memiliki peran sebagai perantara yang menyampaikan nilai-nilai ketuhanan melalui berbagai ritual adat yang sarat dengan makna dan simbol kehidupan. “Bissu itu bukan hanya tokoh adat, tapi juga menyampaikan nilai-nilai kehidupan dan ajaran tentang keseimbangan kepada masyarakat,” jelasnya.
"Selain itu, Bissu juga memiliki tanggung jawab dalam menjaga arajang atau pusaka kerajaan yang menjadi simbol sejarah, kekuasaan, dan identitas masyarakat Bugis yang harus dijaga keasliannya, "tambahnya. Menurutnya, keberadaan Bissu menjadi bukti bahwa masyarakat Bugis memiliki sistem budaya yang kaya dan terstruktur, yang tidak hanya mengatur kehidupan sosial tetapi juga hubungan manusia dengan alam dan Sang Pencipta.
"Namun di tengah perkembangan zaman, keberadaan Bissu menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam hal pelestarian nilai-nilai budaya serta pemahaman masyarakat terhadap peran Bissu itu sendiri, " ungkapnya. Ia kemudian mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan menghargai Bissu sebagai bagian dari identitas budaya yang tidak hanya diwariskan, tetapi juga harus dipahami dan dijaga keberlangsungannya oleh generasi mendatang.
Dirinya juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam mengenal dan memahami eksistensi Bissu secara lebih mendalam, tidak hanya sebatas melihat dari sisi ritual, tetapi juga nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya. Menurutnya, edukasi budaya perlu diperkuat melalui berbagai media, baik pendidikan formal maupun kegiatan sosial budaya, agar pemahaman tentang Bissu tidak tergerus oleh arus modernisasi.
Syamsul Bahri menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, tokoh adat, dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan budaya Bissu. Dukungan dalam bentuk perhatian, ruang berekspresi, serta pelibatan dalam kegiatan kebudayaan dinilai dapat membantu menjaga eksistensi Bissu di tengah perubahan zaman yang semakin cepat.
Ia berharap ke depan, keberadaan Bissu tidak hanya dikenal oleh masyarakat, tetapi juga benar-benar dipahami makna dan perannya sebagai penjaga nilai-nilai kehidupan, serta tetap lestari di tengah perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri dan esensi budayanya yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....