Regenerasi Bissu Jadi Tantangan Pelestarian Budaya Bugis
- 16 Apr 2026 20:33 WIB
- Bone
RRI.CO.ID,Bone - Regenerasi Bissu menjadi tantangan utama dalam menjaga keberlanjutan budaya Bugis di Kabupaten Bone, di tengah minimnya minat generasi muda untuk menjalani peran tersebut yang sarat dengan nilai spiritual dan tanggung jawab adat. Syamsul Bahri (Puang Matoa Ancu), Bissu Sessunwiru, mengungkapkan bahwa proses menjadi Bissu bukanlah hal yang mudah karena harus melalui tahapan panjang, penuh komitmen, serta kesiapan lahir dan batin dalam menjalankan peran tersebut.
Ia menjelaskan bahwa seorang calon Bissu harus memahami nilai-nilai dalam epos La Galigo, serta mampu mengamalkan ajaran yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari, termasuk menjaga kejujuran, kesucian, dan tanggung jawab sosial di tengah masyarakat. “Menjadi Bissu itu bukan keinginan pribadi, tapi panggilan. Ada syarat-syarat yang harus dipenuhi dan tidak semua orang bisa menjalaninya,” ujarnya saat di konfirmasi RRI.co.id pada kamis,26 april 2026.
Selain itu, terdapat tahapan-tahapan tertentu yang harus dilalui oleh calon Bissu, termasuk proses ritual yang menjadi simbol kesiapan seseorang dalam menjalankan peran sebagai penjaga tradisi dan nilai-nilai budaya. Namun demikian, kondisi saat ini menunjukkan bahwa minat generasi muda terhadap peran Bissu terbatas, dipengaruhi oleh perubahan zaman, pola pikir, serta tuntutan kehidupan modern yang semakin kompleks.
Hal ini menimbulkan kekhawatiran Puang Matoa Ancu, bahwa jika tidak ada upaya regenerasi yang berkelanjutan, maka keberadaan Bissu berpotensi mengalami penurunan pelaku di masa mendatang.
Ia berharap adanya perhatian dan dukungan dari masyarakat serta pemerintah untuk membuka ruang edukasi budaya dan mendorong generasi muda agar lebih mengenal lagi peran Bissu sebagai warisan budaya Bugis.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....