Tips Mengatasi Jebakan Doom Spending
- 21 Des 2025 13:16 WIB
- Bone
KBRN, Bone: Doom spending menjadi fenomena yang lazim di kalangan Milenial dan Generasi Z, jika dibiarkan ini akan berdampak serius pada kondisi finansial dalam jangka panjang. Disamping itu, doom spending juga secara langsung dapat memicu perilaku konsumtif.
Tren ini terlihat seperti ilusi untuk menghindari stres, kecemasan, atau ketidakpastian masa depan, namun dapat menyebabkan pengeluaran tidak terkontrol dan utang yang menumpuk. Kepuasan sementara, jebakan promo online dan FOMO ditengarai sebagai alasan doom spending bagi generasi muda.
Dikutip dari Klik Dokter, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasi doom spending.
1. Membangun kesadaran finansial
Langkah pertama untuk mengatasi doom spending adalah membangun kesadaran tentang kondisi keuangan pribadi. Menyusun anggaran, melacak pengeluaran, dan memahami berapa banyak yang dapat dibelanjakan adalah langkah awal untuk mengendalikan perilaku belanja impulsif.
2. Mengurangi penggunaan kartu kredit atau pinjaman
Salah satu cara untuk mengendalikan doom spending adalah dengan mengurangi penggunaan kartu kredit atau pinjaman. Membatasi diri untuk hanya menggunakan uang tunai atau debit akan membantu mencegah pengeluaran berlebihan.
3. Membuat daftar belanja
Sebelum berbelanja, buatlah daftar barang yang benar-benar dibutuhkan. Hal ini akan membantu menghindari pembelian impulsif dan menjaga fokus pada kebutuhan daripada keinginan.
4. Menetapkan batasan dan tujuan keuangan
Menetapkan tujuan keuangan jangka panjang, seperti menabung untuk masa depan atau melunasi hutang, dapat membantu mengendalikan dorongan untuk berbelanja.
Dengan adanya tujuan yang jelas, seseorang akan lebih termotivasi untuk menyimpan uang daripada membelanjakannya secara impulsif.
5. Melatih mindfulness dalam keseharian
Melatih mindfulness dapat membantu meningkatkan kesadaran dan tidak terikat dengan kondisi emosi negatif secara berlebihan. Fokus pada sesuatu yang bisa dikendalikan dan sesuai dengan kapasitas diri dapat menurunkan risiko doom spending.
6. Mencari bantuan profesional
Jika doom spending sudah menjadi masalah yang serius dan sulit dikendalikan, mencari bantuan dari profesional keuangan atau konselor mungkin menjadi solusi terbaik. Mereka dapat memberikan panduan dan strategi untuk mengelola keuangan dengan lebih baik.