Menelusuri Jejak Sejarah Knitwear, Pakaian Nyaman Sepanjang Masa

  • 26 Nov 2025 14:15 WIB
  •  Bone

KBRN, Bone: Kehadiran pakaian rajut atau yang lazim disebut knitwear seolah menjadi cara praktis untuk tampil modis, sekalipun ditengah cuaca dingin. Modelnya yang beragam dengan bahan yang lembut, menjadikan knitwear masih tetap eksis hingga kini.

Penggunaannya pun tak terbatas usia atau gender. Pakaian ini cocok dikenakan oleh semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga dewasa, pria dan wanita. Sebelum menjadi trend fashion, knitwearnyatanya memiliki sejarah panjang dan telah dimulai sejak ribuan tahun yang lalu.

Seperti dikutip dari gramedia.com, sejarah knitwear berakar dari kebutuhan manusia akan pakaian hangat dan nyaman. Asal usul teknik merajut dibuktikan dengan artefak rajutan yang ditemukan di Mesir kuno dan Eropa abad pertengahan.

Awalnya, knitwear lebih berfungsi sebagai pakaian praktis untuk melindungi tubuh dari dingin, terutama di daerah beriklim sedang dan dingin. Seiring waktu, knitwear berevolusi menjadi elemen penting dalam dunia fashion, terutama sejak abad ke-20.

Desainer ternama mulai mengangkat knitwear ke ranah haute couture, menjadikannya simbol gaya yang tak hanya fungsional tapi juga artistik. Knitwear pun kini menjadi item wajib dalam berbagai koleksi fashion, dari kasual hingga mewah.

Berikut Perkembangan knitwear dalam dunia fashion :

  • Abad Pertengahan: Rajutan digunakan secara luas oleh nelayan dan petani sebagai pakaian tahan cuaca.
  • Awal Abad 20: Knitwear mulai dikenal dalam mode siap pakai dengan desain yang lebih variatif.
  • 1950-an: Knitwear menjadi tren populer berkat ikon fashion seperti Marilyn Monroe dan Audrey Hepburn.
  • Era Modern: Inovasi bahan dan teknik rajut membuat knitwear semakin beragam, dari sweater oversized sampai crop top rajut yang trendi.

Rekomendasi Berita