Tim PPK Ormawa Dorong Pertanian yang Cerdas dan Berkelanjutan

  • 07 Agt 2026 07:36 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Bone - Tim PPK Ormawa UKM KPI Universitas Hasanuddin menggelar perakitan inovasi program Mannennungeng: Smart Hydro Loop, sistem irigasi Alternate Wetting and Drying (AWD) berbasis IoT (Uwai Tuo) dan alat pembasmi hama ramah lingkungan (Warani). Program tersebut berlangsung di Balai Desa Kajaolaliddong, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone.

Ketua Tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas 2026, Fadel Muhammad mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk mempercepat alih teknologi dan membangun kemandirian masyarakat itu dihadiri puluhan calon teknisi, petani muda, dan pengurus P4S Lamellong. “Uwai Tuo Mannennungeng adalah sistem irigasi berbasis IoT dan tenaga surya yang mampu menghemat penggunaan air hingga 25 persen”, ujar Fadel, kepada rri.co.id, Rabu, 5 Agustus 2026.

Inovasi ini, dikatakan Fadel, juga memungkinkan petani memantau kondisi lahan secara real-time dan mengatur siklus basah-kering sesuai prinsip AWD. Selanjutnya, Warani Mannennungeng, menggabungkan Light Trap dan Solar Ultrasonic Pest Repeller sebagai solusi pengendalian hama tanpa bahan kimia.

Fadel menekankan perakitan alat tersebut adalah kunci keberlanjutan program demi mendorong kemandirian teknologi di desa. "Kami sengaja melibatkan calon teknisi dan petani muda agar mereka tidak hanya menerima alat, tetapi juga memiliki kemampuan untuk merakit, memperbaiki, dan mengembangkannya di masa depan", ujarnya.

Salah satu peserta dari kalangan petani muda, Dimas mengaku antusias karena selama ini alat tersebut hanya dapat ia lihat di media sosial saja. “Hari ini kami diajarkan langsung cara merakit dan memasangnya. Sekarang kami lebih siap untuk menerapkan teknologi ini di lahan kami sendiri," katanya.

Sementara itu, Ketua Umum UKM KPI Unhas, Aydil Fitra Mulya, menekankan pentingnya peran P4S Lamellong dalam memperluas dampak pelatihan ini. "Dengan melibatkan P4S, pengetahuan ini akan terus hidup. Mereka bisa mengadakan pelatihan lanjutan bagi petani lainnya, sehingga teknologi ini tidak berhenti pada satu kelompok saja," ujarnya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program Mannennungeng yang mendorong pertanian cerdas dan berkelanjutan di Kabupaten Bone. “Kami mengutamakan partisipasi aktif masyarakat sebagai subjek pembangunan”, lanjut Aydil.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....