Inflasi Terjaga, Kabupaten Bone Perkuat Peran Lumbung Pangan Nasional
- 02 Jul 2026 14:07 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone - Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi di Sulawesi Selatan masih berada pada level yang relatif terkendali. Hal ini diungkapkan Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin saat sambutan pada kegiatan High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Zona II Sulawesi Selatan yang meliputi Kabupaten Bone, Soppeng, dan Sinjai, yang dipusatkan di Gedung PKK Kabupaten Bone, Jalan H.A. Mappanyukki, Watampone, Kamis, 2 Juli 2026.
Andi Akmal mengungkapkan selain sejumlah komoditas pangan seperti cabai, bawang merah, beras, telur ayam ras, dan komoditas hortikultura lainnya masih berpotensi memicu gejolak harga akibat faktor cuaca, distribusi, serta keseimbangan produksi dan permintaan, ia juga menegaskan bahwa Bone memiliki peran strategis sebagai salah satu lumbung pangan nasional.
Produksi gabah Kabupaten Bone pada periode Januari–April mencapai sekitar 315 ribu ton gabah kering giling yang menghasilkan sekitar 183 ribu ton beras. "Sebagai salah satu lumbung pangan nasional, Kabupaten Bone memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga ketahanan pangan Sulawesi Selatan. Karena itu, sinergi lintas sektor harus terus diperkuat agar produksi, distribusi, dan stabilitas harga tetap terjaga secara berkelanjutan," katanya.
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Firman Hidayat, mengatakan inflasi Sulawesi Selatan hingga Juni 2026 masih berada dalam kondisi yang terkendali. Namun, memasuki semester kedua tahun ini seluruh daerah diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap sejumlah komoditas pangan.
"Kita patut bersyukur karena inflasi Sulawesi Selatan masih relatif terjaga. Namun memasuki semester kedua tahun ini kita tidak boleh lengah. Komoditas pangan tetap harus menjadi perhatian utama agar gejolak harga dapat diantisipasi sejak dini," ujarnya.
Firman menjelaskan, inflasi Sulawesi Selatan pada Juni 2026 tercatat sebesar 0,36 persen, meningkat dibandingkan Mei yang berada pada angka 0,09 persen. Karena itu, Bank Indonesia akan terus melakukan asesmen perkembangan inflasi sekaligus mengevaluasi kinerja TPID kabupaten/kota.
"Kami berharap TPID di seluruh daerah semakin memperkuat koordinasi dan inovasi sehingga Sulawesi Selatan kembali mampu meraih prestasi nasional dalam penghargaan TPID. Yang terpenting adalah bagaimana pengendalian inflasi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat," tambahnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....