Pinrang Atur Irigasi Antisipasi Kemarau Panjang
- 29 Apr 2026 19:58 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Pinrang - Pemerintah Kabupaten Pinrang mulai mengatur strategi pengelolaan air irigasi menjelang musim tanam April–September. Langkah ini ditempuh untuk menjaga keberlangsungan produksi pertanian di tengah ancaman musim kemarau.
Upaya tersebut dibahas dalam Sidang Komisi Irigasi yang digelar di ruang pola Kantor Bupati Pinrang, Selasa, (28/4/2026). Rapat ini melibatkan berbagai pihak guna menyamakan persepsi dalam pengelolaan distribusi air.
Bupati Pinrang H. A. Irwan Hamid menegaskan, irigasi merupakan faktor vital yang menentukan keberhasilan sektor pertanian. Menurut dia, ketersediaan air sangat berpengaruh terhadap hasil produksi dan kesejahteraan petani.
“Kita harus cermat menentukan jadwal tanam, karena ini berkaitan langsung dengan ketersediaan air. Kesalahan sedikit saja bisa berdampak pada hasil produksi,” kata Irwan.
Ia mengingatkan, prediksi musim kemarau yang disertai fenomena El Nino perlu diantisipasi sejak dini. Salah satu langkah yang didorong adalah memaksimalkan sumber air alternatif, termasuk pompanisasi dan pemanfaatan air tanah.
Selain itu, Irwan menekankan pentingnya konsistensi terhadap jadwal tanam yang telah disepakati. Menurut dia, ketidakpatuhan dapat memicu ketimpangan distribusi air dan berpotensi menimbulkan konflik antarpetani.
Penentuan varietas tanaman juga menjadi perhatian. Pemerintah daerah mendorong petani memilih jenis tanaman yang adaptif terhadap kondisi cuaca agar produktivitas tetap terjaga.
Sementara itu, Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air BBWS Pompengan–Jeneberang, Yusma Elfita, menyebut awal musim kemarau di Pinrang diperkirakan mulai awal Juni, berdasarkan prediksi BMKG.
Ia menambahkan, pihaknya merencanakan rehabilitasi saluran induk, termasuk perbaikan kantong lumpur dan tanggul. Pekerjaan tersebut akan dilakukan setelah kebutuhan air untuk musim tanam terpenuhi.
Pemerintah berharap sinergi antara pemangku kepentingan dan petani dapat memastikan distribusi air berjalan optimal. Dengan demikian, produksi pertanian tetap terjaga di tengah tekanan cuaca ekstrem.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....