Pemkab Bone Fokus Percepatan Hilirisasi Perkebunan

  • 14 Mar 2026 18:00 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Bone - Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., menegaskan komitmennya untuk menjadikan sektor perkebunan sebagai fokus pengembangan daerah di masa depan. Hal ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Program Kegiatan Direktorat Jenderal Perkebunan Tahun 2026 yang digelar di Desa Abbumpungeng, Kecamatan Cina, Jumat, 13 Maret 2026.

Rapat yang berlangsung di kediaman Kepala Balai Besar Perbenihan dan Perlindungan Tanaman Perkebunan Surabaya, A. Faizal, SP., M.Si., M.P., ini membahas sejumlah program strategis nasional.

Fokus utama diskusi mencakup, Hilirisasi Komoditas, pengembangan Tebu serta Peningkatan Produktivitas. A. Faizal menyebutkan bahwa program ini tidak hanya berpusat di Bone, tetapi melibatkan wilayah strategis lainnya seperti Jawa, Bali, NTB, dan NTT. Bupati Andi Asman Sulaiman menyampaikan bahwa meskipun produksi pangan seperti padi dan jagung di Bone relatif aman, sektor perkebunan memiliki potensi raksasa yang belum tergarap optimal. "Potensi perkebunan kita sangat besar. Ke depan sektor ini akan menjadi salah satu fokus pengembangan daerah," ujar Bupati dalam pemaparannya.

Bupati menekankan bahwa kunci keberlanjutan program ini adalah adanya jaminan pasar dan harga yang menguntungkan bagi petani. Ia mengingatkan bahwa dukungan sarana dari Kementerian Pertanian sudah tersedia, sehingga yang dibutuhkan sekarang adalah komitmen kerja nyata.

"Yang perlu kita pastikan adalah jaminan hasil bagi petani, apakah bisa terserap dengan baik. Apalagi di Kabupaten Bone pabriknya ada dua," tambahnya.

Kegiatan yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, di antaranya, Direktur SDM Balai Besar Perbenihan dan Perlindungan Tanaman Pangan, Perwakilan PTPN dan pihak Pabrik Gula Bone, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Bone, dan Para Camat dari wilayah Bone Selatan.

Pertemuan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pemangku kepentingan untuk meningkatkan kesejahteraan petani melalui sektor perkebunan yang modern.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....