Warga Berburu Ikan Murah di Gerakan Pangan Bone

  • 11 Mar 2026 09:55 WIB
  •  Bone

RRI.CO ID, Bone - Warga memadati Gerakan Pangan Murah yang digelar di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bone, Rabu 11 Maret 2026. Salah satu komoditas yang paling diburu masyarakat adalah ikan segar dengan harga lebih murah dari pasaran.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut menghadirkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Ikan tuna hingga ikan katamba menjadi pilihan utama warga yang datang berbelanja.

Salah seorang warga Macanang, Novi mengaku sengaja datang lebih awal untuk mendapatkan ikan murah dalam kegiatan tersebut. Ia menyebut harga ikan yang dijual jauh lebih murah dibandingkan harga di pasar.

“Saya beli ikan tuna dua kilogram seharga Rp36 ribu, jauh lebih murah dibandingkan harga di pasaran,” ujarnya.

Ia juga menilai program Gerakan Pangan Murah sangat membantu masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga selama Ramadan. “Kegiatan seperti ini sangat membantu kami, apalagi di bulan Ramadan kebutuhan dapur meningkat,” katanya.

Selain ikan, warga juga membeli sejumlah bahan pokok lain seperti minyak goreng, gula, dan beras yang dijual dengan harga subsidi. Selisih harga komoditas tersebut berkisar Rp2 ribu hingga Rp15 ribu dibandingkan harga pasar.

Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha dan Daya Saing Dinas Perikanan Kabupaten Bone, Andi Sukiman mengatakan pihaknya menyediakan ratusan kilogram ikan untuk memenuhi kebutuhan warga.

“Sesuai permintaan, hari ini kami menyediakan kurang lebih 500 kilogram ikan dan besok juga akan kami upayakan kembali,” ujarnya.

Ia menjelaskan ikan yang dijual berasal dari pengusaha perikanan serta kelompok binaan Dinas Perikanan Kabupaten Bone. Jenis ikan yang tersedia antara lain tuna, kacalang, malaja, katamba, commo-commi, dan katombong.

Menurutnya, harga ikan dijual berkisar Rp20 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram karena mendapat subsidi dalam program Gerakan Pangan Murah. “Selisih harganya dengan di pasaran sekitar Rp15 ribu sehingga masyarakat bisa membeli dengan harga lebih terjangkau,” katanya.

Rekomendasi Berita