Andi Asman Sulaiman Puji Inovasi Ekonomi Desa Uloe
- 24 Feb 2026 14:10 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone - Geliat ekonomi kreatif di tingkat desa terus mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Bone. Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, memberikan apresiasi tinggi bagi Pemerintah Desa Uloe, Kecamatan Dua Boccoe, atas inisiatifnya menghadirkan Pasar Ramadan sebagai wadah bagi pelaku UMKM lokal.
Menurut Andi Asman, keramaian dan tingginya transaksi di lokasi ini merupakan sinyal positif pertumbuhan ekonomi lokal yang sehat. Keberhasilan Desa Uloe ini diharapkan menjadi role model atau percontohan bagi desa dan kelurahan lainnya di Kabupaten Bone.
" Kehadiran pasar ramadan ini tidak hanya sekadar tempat berburu takjil seperti pisang ijo dan cendol, pasar ini juga menyediakan kebutuhan dapur mulai dari sayur mayur hingga ikan , sehingga menjadikannya pusat ekonomi satu pintu yang memudahkan kesejahteraan warga," ucapnya.
Lebih lanjut, Bupati Bone mendorong agar pasar ini tidak berhenti sebagai agenda musiman. Ia berharap ke depan, kawasan ini ditata lebih rapi dan terstruktur untuk dijadikan pusat kuliner desa yang berkelanjutan. "Dengan pemusatan lokasi, perputaran ekonomi diyakini akan lebih terarah dan maksimal, bagi kesejahteraan warga desa," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Uloe, H. Abdul Rahman Hafid, mengungkapkan bahwa Pasar Ramadan ini telah dilaksanakan sejak tahun 2017 dan terus berkembang hingga sekarang. "Perputaran uang bisa mencapai Rp150 juta selama Ramadan. Masyarakat sangat antusias. Setiap Ramadan kami fasilitasi pedagang dengan menyiapkan baruga agar tidak kepanasan," ujarnya.
Ia menambahkan, selain meningkatkan pendapatan warga, kegiatan ini juga berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes) melalui retribusi yang dikenakan kepada pedagang sebagai bentuk timbal balik atas fasilitas yang disiapkan pemerintah desa.
Di Desa Uloe, Ramadan bukan sekadar bulan ibadah. Ia menjadi momentum kebersamaan, ruang perjumpaan, sekaligus penggerak ekonomi rakyat. Pasar Ramadan Uloe kini bukan hanya tempat berburu takjil, tetapi simbol tumbuhnya kemandirian dan kreativitas desa dalam membangun kesejahteraan warganya.