Ikon Baru Wisata di Desa Tugu Utara Kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor
- 29 Sep 2026 21:06 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Untuk meningkatkan jumlah kunjungan dan memperkuat desa wisata di Kabupaten Bogor, Pemerintah Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, melakukan penataan lingkungan dengan mengusung konsep adat Sunda bertajuk “Dayeuh Pajajaran”. Konsep tersebut diharapkan dapat memperkuat identitas budaya sekaligus mendukung pengembangan potensi wisata berbasis kearifan lokal.
Sebutan “Dayeuh” memiliki makna yang berkaitan dengan nilai-nilai luhur dan cara hidup masyarakat Sunda yang telah diwariskan secara turun-temurun. Konsep tersebut tidak hanya diterapkan melalui perubahan wajah desa, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mempersiapkan masyarakat untuk terlibat dalam penguatan desa wisata di wilayah tersebut.
Kepala Desa Tugu Utara, Asep Ma’mun Nawawi, mengatakan pembangunan Dayeuh Pajajaran telah berlangsung sekitar dua bulan terakhir. Program tersebut merupakan bagian dari kebijakan Pemerintah Kabupaten Bogor yang didukung melalui Bantuan Keuangan (Bankeu) Kabupaten sebesar Rp200 juta.
“Momentum program dari Pak Bupati ini akan kita jadikan ikon wisata baru Desa Tugu Utara, keberadaan Dayeuh Pajajaran memiliki posisi strategis karena berada di jalur alternatif yang banyak dilalui wisatawan menuju kawasan Puncak. Karena itu, penataan kawasan tidak hanya difokuskan pada pembangunan fisik, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat fungsi kawasan sebagai salah satu pintu masuk pariwisata,” ujar Asep Ma’mun, Selasa, 29 September 2026.
Anggaran tersebut digunakan untuk sejumlah kebutuhan, mulai dari pembangunan ornamen berbahan bambu, penataan lingkungan, pengelolaan sampah terpadu, hingga pengembangan kawasan yang terhubung dengan kampung produk lokal masyarakat. Penataan ini diharapkan dapat menciptakan kawasan yang tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Pembangunan Dayeuh Pajajaran mendapat dukungan dari masyarakat yang turut terlibat dalam kegiatan kerja bakti dan penataan sejumlah fasilitas di kawasan tersebut. Keterlibatan warga, kata Asep, tidak hanya dilakukan selama proses pembangunan, tetapi juga dipersiapkan untuk menjaga keberlangsungan kawasan setelah seluruh pekerjaan selesai.
“Ada gerakan bersama masyarakat untuk merawat taman, marka jalan, dan fasilitas lain setelah selesai. Supaya bertahan lama meski berbahan bambu,” ucapnya.
Dengan konsep tersebut, Dayeuh Pajajaran diharapkan tidak sekadar menjadi kawasan penataan baru, tetapi juga mampu menjadi ikon wisata Desa Tugu Utara sekaligus titik penyambutan wisatawan yang melintas melalui jalur alternatif menuju kawasan Puncak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....