Upaya Pemerataan Ekonomi, Kabupaten Bogor Genjot Pengembangan 13 Desa Wisata Baru

  • 30 Mei 2026 07:49 WIB
  •  Bogor
Poin Utama
  • Wisata
  • Desa Wisata

RRI.CO.ID, Bogor - Pemerintah Kabupaten Bogor terus mendorong akselerasi pengembangan sektor pariwisata berbasis kerakyatan. Pada tahun ini, sebanyak 13 Desa Wisata (Dewis) baru di Kabupaten Bogor siap diintegrasikan ke dalam program pengembangan pariwisata daerah. Langkah strategis ini diambil guna memeratakan pertumbuhan ekonomi, memperluas sebaran destinasi wisata baru, memberdayakan masyarakat, serta melestarikan warisan budaya lokal di setiap wilayah.

Ketua Desa Wisata Kabupaten Bogor, Abas Helmy, menjelaskan bahwa ke-13 desa tersebut sebenarnya telah memulai langkah awal pengembangan secara mandiri berbasis keputusan kepala desa masing-masing. Melalui sinergi dengan pemerintah daerah tahun ini, desa-desa tersebut akan mendapatkan dukungan penuh guna mengoptimalkan pemanfaatan potensi wisata di wilayah mereka.

Upaya ini memperkuat ekosistem pariwisata yang sebelumnya telah berjalan di 23 Desa Wisata sejak tahun 2025. Beberapa wilayah yang menjadi fokus penguatan di antaranya adalah Desa Wisata Batulayang (Cisarua), Desa Wisata Cimande (Caringin), Desa Wisata Gunung Malang (Tenjolaya), Desa Wisata Pasireurih (Tamansari), hingga Desa Wisata Malasari (Nanggung).

Menurut Abas, integrasi program ini membuka peluang besar bagi desa-desa tersebut untuk mengakses bantuan sarana dan fasilitas serta dana hibah dari Pemerintah Kabupaten Bogor. Dukungan finansial dan infrastruktur ini nantinya akan dialokasikan langsung untuk mendanai pembangunan serta pengembangan potensi unik di masing-masing wilayah.

Meski potensi bentang alam Kabupaten Bogor sangat besar, tantangan dalam menjaga keberlanjutan roda pariwisata desa masih membayangi. Dari total 36 Desa Wisata yang ada saat ini, sebagian di antaranya masih harus berjuang keras untuk berkembang, bahkan ada beberapa yang aktivitasnya sempat vakum.

Namun demikian, Abas menyayangkan masih adanya desa wisata yang perkembangannya mandek. Padahal, jika dikelola secara konsisten, sektor pariwisata berbasis warga ini terbukti menjadi motor penggerak utama dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....