Sampah Wisata Puncak Naik 100 Persen, DLH Dorong Setiap Destinasi Punya TPST
- 19 Agt 2026 20:35 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Persoalan sampah di kawasan pariwisata masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu segera ditangani. Salah satunya di kawasan wisata Puncak, Kabupaten Bogor, yang kerap dipadati wisatawan saat musim liburan.
Lonjakan kunjungan wisatawan turut berdampak terhadap peningkatan timbulan sampah. Volume sampah di kawasan wisata Puncak bahkan disebut dapat meningkat hingga 100 persen dibandingkan hari biasa. Kondisi tersebut mendorong Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor menekankan pentingnya keberadaan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di setiap destinasi wisata.
Ketua Tim Pengurangan Sampah DLH Kabupaten Bogor, Nur Haryanti, mengatakan keberadaan TPST diperlukan agar sampah dapat ditangani sejak dari sumbernya atau tingkat hulu. Dengan begitu, sampah tidak seluruhnya berakhir di tempat pembuangan sementara (TPS) maupun tempat pembuangan akhir (TPA).
"Jadi sesuai dengan tujuan ke depan, nantinya setiap pengelola obyek wisata memiliki sistim pengelolaan sampah mandiri, dikelola melibatkan masyarakat dan aktivis pecinta lingkungan, sehingga truk DLH hanya mengankut sisa residunya saja dan tidak membebani TPA Galuga," jelas Nur Hayanti, Rabu 19 Agustus 2026.
Dalam bimbingan teknis (Bimtek) pengelolaan sampah dan turut membahas berbagai persoalan yang dihadapi pengelola destinasi wisata dalam menangani sampah. Salah satu hal yang terungkap adalah adanya perbedaan tarif maupun retribusi pengangkutan sampah yang dibebankan kepada pengelola objek wisata di kawasan Puncak.
Tarif pengangkutan sampah dari sektor pariwisata tersebut berbeda dengan jasa pengangkutan sampah rumah tangga yang selama ini berlaku di masyarakat. Di sisi lain, pengelolaan sampah menjadi perhatian dalam penataan kawasan perkebunan yang juga dimanfaatkan sebagai destinasi wisata.
Asisten Manajer Legal dan Umum PTPN I Regional 2, Asep Zaenal Muttaqin, mengatakan pengelolaan sampah menjadi salah satu fokus dalam penataan kawasan perkebunan teh, termasuk kawasan yang menjadi tujuan wisata masyarakat.
Menurutnya, aktivitas pariwisata harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan. Hal tersebut dinilai penting, terutama di kawasan perkebunan yang tidak hanya memiliki fungsi sebagai lahan produksi, tetapi juga menjadi ruang wisata bagi masyarakat.
“Kita telah membuat rintisan TPST yang akan kita kembangkan, tentunya upaya mengurangi sampah yang berakhir di TPS maupun tempat pembuangan akhir, sekaligus menjaga kawasan wisata Puncak tetap bersih dan nyaman bagi wisatawan maupun masyarakat sekitar,” tambah Asep Zaenal Muttaqin.
Saat ini, sejumlah pengelola objek wisata alam di kawasan Puncak telah memiliki fasilitas TPST. Namun, masih terdapat destinasi wisata yang mengandalkan TPS untuk membuang sampah dan akhirnya bercampur dengan sampah rumah tangga warga.
Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri di tengah tingginya aktivitas wisata di kawasan Puncak. Pengelolaan sampah dari sumbernya dinilai dapat menjadi langkah penting untuk mengurangi beban pengangkutan sekaligus menjaga kebersihan kawasan.
PTPN I Regional 2 melalui kawasan Perkebunan Teh Gunung Mas, Cisarua, juga telah berkolaborasi dengan masyarakat dalam pengelolaan sampah secara terpadu dan terintegrasi.
Upaya tersebut diharapkan dapat mengurangi jumlah sampah yang berakhir di TPS maupun tempat pembuangan akhir. Pada saat yang sama, kebersihan kawasan wisata Puncak diharapkan tetap terjaga sehingga wisatawan dapat berkunjung dengan nyaman dan masyarakat sekitar tidak ikut terdampak persoalan sampah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....