Kemenpar Perkuat Raja Ampat jelang Penilaian UNESCO

  • 25 Mei 2026 15:03 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Kementerian Pariwisata terus memperkuat pengelolaan kawasan Raja Ampat menjelang proses revalidasi UNESCO Global Geopark yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026. Pemerintah menargetkan kawasan wisata unggulan Indonesia itu tetap mempertahankan status geopark dunia melalui pengelolaan destinasi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Mengutip ANTARA pada Rabu, 20 Mei 2026, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan pihaknya telah meninjau langsung sejumlah titik wisata di Raja Ampat guna memastikan kesiapan daerah menghadapi penilaian ulang dari UNESCO. Peninjauan dilakukan bersama pemerintah daerah dan pelaku industri wisata setempat untuk mengevaluasi tata kelola destinasi kelas dunia.

Menurut Widiyanti, salah satu langkah penting yang tengah disiapkan ialah penghitungan daya dukung kawasan wisata, terutama untuk aktivitas penyelaman atau diving. Pemerintah ingin memastikan jumlah wisatawan maupun kapal wisata yang masuk ke kawasan Raja Ampat tidak melebihi kapasitas lingkungan sehingga ekosistem laut tetap terjaga.

Kementerian Pariwisata juga menyiapkan pemasangan 136 mooring buoy atau pelampung tambat di sejumlah titik perairan Raja Ampat. Fasilitas tersebut diharapkan dapat mengurangi kerusakan terumbu karang akibat jangkar kapal wisata yang selama ini kerap diturunkan sembarangan di area penyelaman.

Widiyanti menegaskan konsep pariwisata berkelanjutan tidak hanya diterapkan pada sektor wisata bahari, tetapi juga mencakup pengelolaan hotel, homestay, hingga pengendalian limbah. Pemerintah menilai keberhasilan destinasi wisata dunia tidak hanya diukur dari jumlah kunjungan, melainkan juga kemampuan menjaga kelestarian lingkungan dan kualitas hidup masyarakat lokal.

Dikutip dari laman resmi UNESCO yang diakses pada 24 Mei 2026, Raja Ampat resmi menyandang status UNESCO Global Geopark sejak tahun 2023. Kawasan tersebut dinilai memiliki kekayaan geologi, biodiversitas laut, dan nilai budaya yang penting bagi konservasi kawasan Asia Pasifik.

Sementara itu, persoalan sampah laut juga menjadi perhatian pemerintah dalam proses penataan destinasi. Pemerintah tengah mengkaji pemasangan jaring di muara sungai untuk mencegah sampah dari daratan terbawa arus menuju laut. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat komitmen Indonesia dalam menjaga kelestarian Raja Ampat sebagai salah satu destinasi wisata bahari unggulan dunia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....