Ekonom Berikan Pandangan Gudang Bulog yang Penuh Persediaan Beras

  • 29 Apr 2026 07:46 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Ekonom Konstitusi, Defiyan Cori memberikan perhatian terhadap persediaam beras di gudang Bulog. Setelah aktivis mahasiswa ekstrakurikuler GMNI dan HMI diajak meninjau gudang beras Bulog, pada Kamis 23 April 2026 Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengajak beberapa orang pengamat. Tidak tanggung-tanggung, pengamat politikpun diajak. Lalu, dihadapan media membuat pernyataan "pembuktian" bahwa gudang penuh beras dianalogikan dengan tercapainya swasembada beras.

Tidak hanya gudang yang penuh karung beras. Mentan Amran Sulaiman dengan ketegasan dan keyakinannya menyatakan persediaan beras nasional berlimpah hingga lebih 5 juta ton. Di gudang Bulog itu, Mentan Amran Sulaiman membandingkan dengan capaian swasembada beras di era Orde Baru (Orba) yang lebih rendah dari kinerjanya.

Pernyataan Mentan Amran Sulaiman itu sangat ahistoris sebab saat Orba dibawah kepemimpinan Presiden Soeharto mencapainya selama 15 tahun. Saat itu, jumlah penduduk berdasarkan hasil Sensus Penduduk 1980 (SP1980), mencapai 147,5 juta jiwa. Sedangkan, Mentan Amran Sulaiman mengklaim capaian swasembada beras selama kurun waktu kurang lebih 1 tahun. Dengan jumlah penduduk menurut data BPS pada Juni 2024 mencapai 281,6 juta jiwa.

Perbandingan yang setarakah atau apple to apple capaian swasembada beras tersebut? Yang patut diteliti lebih lanjut justru logika pencapaian swasembada beras yang sangat cepat.

Benarkah hasil produksi di dalam negeri semua atau ada yang berasal dari impor tahun sebelumnya, yaitu 2022, 2023 dan 2024. Apalagi, jika memang secara faktual dan obyektif tidak ada impor beras sama sekali yang dilakukan oleh BUMN PT. Badan Usaha Logistik (Bulog).

Berdasarkan informasi dari Badan Pangan Nasional (Bapanas), per 23 April 2026, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di gudang Perum Bulog mencapai rekor tertinggi, menembus 5.000.198 ton (sekitar 5,1 juta ton menurut data terbaru). Stok ini sangat aman, cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional hingga 11 bulan ke depan dan menjaga stabilitas harga, didukung percepatan serapan gabah petani.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....