Air Keruh Ganggu Pelanggan, Perumda Tirta Pakuan Berikan Penanganan

  • 21 Sep 2026 12:22 WIB
  •  Bogor
Poin Utama
  • Kekeruhan air menjadi persoalan yang dirasakan pelanggan Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor saat musim kemarau, terutama ketika hujan turun setelah periode kering.
  • Direktur Operasional Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor Dani Rakhmawan menjelaskan lonjakan kekeruhan air baku terjadi karena material tanah dan endapan terbawa aliran air ketika hujan turun setelah periode kemarau.

RRI.CO.ID, Bogor - Air keruh masih menjadi persoalan yang dirasakan pelanggan Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor saat musim kemarau, terutama ketika hujan turun setelah periode kering. Kondisi tersebut dipengaruhi meningkatnya kekeruhan air baku yang dalam kondisi tertentu dapat mencapai sekitar 3.000 NTU, sementara standar kekeruhan air baku yang disebut dalam pembahasan berada pada batas 600 NTU.

Warga pelanggan Perumda Tirta Pakuan, Adinda Citrahendra, mengatakan air keruh mengganggu pemenuhan kebutuhan sehari-hari sehingga pelanggan membutuhkan penanganan yang cepat. Ia berharap Perumda Tirta Pakuan dapat memberikan pelayanan dan informasi yang lebih jelas ketika gangguan kualitas air terjadi.

Adinda juga menilai pelanggan perlu mendapatkan informasi mengenai langkah yang harus dilakukan ketika air yang diterima masih keruh.

“Harapannya, ketika terjadi air keruh, pelanggan segera mendapatkan informasi dan penanganan sehingga kebutuhan rumah tangga tetap dapat terpenuhi,” ujar Adinda Citrahendra, dalam dialog Bincang Pagi RRI Bogor, Senin 21 September 2026.

Direktur Operasional Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor Dani Rakhmawan menjelaskan lonjakan kekeruhan air baku terjadi karena material tanah dan endapan terbawa aliran air ketika hujan turun setelah periode kemarau. Kondisi tersebut membuat proses pengolahan air membutuhkan penanganan lebih intensif sebelum didistribusikan kepada pelanggan.

Dani mengatakan Perumda Tirta Pakuan melakukan pemantauan kualitas air baku dan menyesuaikan proses pengolahan berdasarkan kondisi di lapangan.

“Kekeruhan air baku memang dapat meningkat saat terjadi hujan setelah kemarau, sehingga kami melakukan pengendalian dalam proses pengolahan agar kualitas air yang didistribusikan tetap terjaga,” kata Dani Rakhmawan.

Menurut Dani, penanganan gangguan juga dilakukan melalui pengawasan jaringan distribusi, pengurasan atau flushing, serta optimalisasi layanan pengaduan pelanggan.

“Pelanggan dapat menyampaikan laporan melalui kanal pengaduan yang tersedia, termasuk Call Center, WhatsApp, dan SIMOTIP, sehingga kondisi di lapangan dapat segera ditindaklanjuti,” ujarnya.

Dani menambahkan Perumda Tirta Pakuan juga menyiapkan armada tangki darurat untuk membantu pelanggan ketika terjadi gangguan pelayanan akibat kondisi air baku. Sementara pelanggan diimbau tidak menggunakan air yang masih keruh untuk kebutuhan konsumsi dan segera melaporkan gangguan agar penanganan dapat dilakukan di wilayah pelayanan masing-masing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....