PSEL Bogor Raya 1 Mulai Dibangun, Kapasitas Olah 1.500 Ton Sampah

  • 17 Sep 2026 19:01 WIB
  •  Bogor
Poin Utama
  • Pemerintah Kota Bogor bersama Pemerintah Kabupaten Bogor memulai pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya 1 di kawasan Galuga.
  • Proyek ini akan menggunakan teknologi moving grate incinerator yang dilengkapi Air Pollution Control System atau APCS untuk mengendalikan emisi.

RRI.CO.ID, Bogor - Pemerintah Kota Bogor bersama Pemerintah Kabupaten Bogor memulai pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya 1 di kawasan Galuga, Kamis, 17 September 2026. Proyek tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menyelesaikan persoalan sampah melalui pengolahan berbasis teknologi.

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan, pembangunan PSEL merupakan hasil dari proses panjang yang dilakukan pemerintah daerah sejak 2025. Menurutnya, pembahasan bersama pemerintah pusat turut mendorong perubahan kebijakan agar daerah memperoleh dukungan dalam pengembangan fasilitas pengolahan sampah.

Dedie menjelaskan, salah satu pembahasan bersama pemerintah pusat berkaitan dengan keterbatasan kemampuan fiskal daerah dalam membangun fasilitas pengolahan sampah. Perubahan Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2018 menjadi Perpres Nomor 109 Tahun 2025 kemudian membuka alokasi pembangunan PSEL untuk wilayah Bogor Raya.

“Saya pertama kali dengan Pak Bupati bertemu dengan Menteri LH. Hari ini tanggal 17 September 2026, akhirnya kita bisa mewujudkan mulainya pelaksanaan pembangunan PSEL Bogor Raya 1,” ujar Dedie.

PSEL Bogor Raya 1 dibangun di wilayah Kabupaten Bogor dengan kapasitas pengolahan mencapai 1.500 ton sampah setiap hari. Dari kapasitas tersebut, sekitar 500 ton sampah per hari dialokasikan untuk mengolah sampah yang berasal dari Kota Bogor.

Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Patria Sjahrir mengatakan, fasilitas tersebut ditargetkan mengelola lebih dari 500 ribu ton sampah setiap tahun. Proyek ini juga diproyeksikan menekan emisi dari tempat pembuangan akhir hingga 80 persen dan mengurangi emisi karbon setara sekitar 640 ribu ton CO2 per tahun.

Pembangunan PSEL Bogor Raya 1 dilakukan Danantara Indonesia melalui PT Danantara Investment Management dan PT Daya Energi Bersih Nusantara atau Denera. Fasilitas tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan 2028 dan diproyeksikan membuka sekitar 1.200 lapangan kerja hijau.

Proyek ini akan menggunakan teknologi moving grate incinerator yang dilengkapi Air Pollution Control System atau APCS untuk mengendalikan emisi. Selain PSEL Bogor Raya 1, pengembangan tahap berikutnya mencakup PSEL Bogor Raya 2 di kawasan Kayumanis, Kota Bogor, yang direncanakan mengolah sampah dari Kota Bogor dan Kota Depok.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....