PMII: Mahasiswa Kawal Program Rumah Layak di Kota Bogor

  • 14 Sep 2026 10:35 WIB
  •  Bogor
Poin Utama
  • Rumah bukan sekadar tempat berlindung dari panas dan hujan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga martabat, kesehatan, dan kualitas hidup sebuah keluarga.
  • Ketua PMII Kota Bogor, Toni Alfazri, menilai program rumah layak dan penanganan kawasan kumuh memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

RRI.CO.ID, Bogor - Rumah bukan sekadar tempat berlindung dari panas dan hujan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga martabat, kesehatan, dan kualitas hidup sebuah keluarga. Penataan permukiman pun menjadi salah satu upaya untuk menghadirkan lingkungan yang lebih layak bagi masyarakat, terutama di kawasan padat dan rentan kumuh.

Ketua PMII Kota Bogor, Toni Alfazri, menilai program rumah layak dan penanganan kawasan kumuh memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Menurutnya, persoalan permukiman membutuhkan keterlibatan berbagai unsur dan tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah semata.

"Program rumah layak dan penanganan kawasan kumuh harus benar-benar memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat serta meningkatkan kualitas hidup warga," ujar Toni Alfazri, Senin, 14 September 2026.

Toni mendorong organisasi pemuda dan mahasiswa untuk mengambil peran dalam mengawal program pembangunan yang menyentuh persoalan permukiman. Peran tersebut dapat dilakukan melalui pengawasan, edukasi, hingga pendampingan agar program berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

"Pemuda dan mahasiswa harus ikut mengawal agar program penataan permukiman tepat sasaran dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh warga," kata Toni.

Sementara itu, Koordinator Program Permukiman Kumuh Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Bogor, Mutiara Sarasati, menyampaikan penanganan kawasan kumuh tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik bangunan. Penataan juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas lingkungan agar masyarakat dapat tinggal dengan lebih aman, sehat, dan layak.

"Penanganan permukiman kumuh bukan hanya soal memperbaiki rumah, tetapi juga menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan layak bagi masyarakat," ujar Mutiara Sarasati.

Menurut Mutiara, keterlibatan warga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan hasil pembangunan. Kolaborasi pemerintah dan masyarakat diperlukan agar penataan yang dilakukan dapat menyesuaikan kebutuhan serta kondisi di setiap wilayah.

"Partisipasi masyarakat sangat penting karena warga menjadi bagian utama yang menjaga dan merasakan langsung keberlanjutan dari program penataan permukiman," kata Mutiara.

Ia berharap kerja sama antara pemerintah, masyarakat, pemuda, dan mahasiswa terus diperkuat dalam menangani persoalan kawasan kumuh. Dengan keterlibatan bersama, program rumah layak dan penataan lingkungan diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup sekaligus mengangkat martabat warga Kota Bogor.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....