Penanganan Kebakaran TPAS Galuga Diperkuat Damkar IPB dan Depok
- 12 Sep 2026 21:12 WIB
- Bogor
Poin Utama
- Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus memperkuat penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia.
- Selain penanganan langsung di lapangan, Pemkot Bogor berencana meminta dukungan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terkait kemungkinan penerapan rekayasa cuaca.
RRI.CO.ID, Bogor - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus memperkuat penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia. Upaya pemadaman kini mendapat tambahan dukungan dari Dinas Pemadam Kebakaran IPB dan Damkar Pemerintah Kota Depok, Sabtu, 12 September 2026.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan bantuan antardaerah dan lembaga menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan kebakaran yang telah berlangsung beberapa hari. “Sejak semalam penanganan lebih intens, ada bantuan dari Damkar IPB dan Damkar Pemkot Depok. Untuk itu, terima kasih kepada Rektor IPB dan Wali Kota Depok,” ujar Dedie usai Rapat Paripurna DPRD Kota Bogor.
Ia menambahkan, Pemkot Bogor masih mengharapkan dukungan pemadaman dari udara melalui metode water bombing yang sebelumnya dilakukan Lanud Atang Sendjaja. Menurut Dedie, pelaksanaan pemadaman udara terkendala kondisi cuaca sehingga jadwal berikutnya masih menunggu situasi yang memungkinkan.
Pemkot Bogor juga terus menambah kekuatan personel dan peralatan dari sejumlah perangkat daerah untuk membantu pemadaman serta pendinginan di lokasi. Dukungan turut diberikan Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Bogor, Perumda Tirta Pakuan, Pemkab Bogor, hingga Korem 061/Suryakancana.
“Total potensi yang kita miliki 400 personel dari berbagai elemen. Dukungan yang cukup banyak juga datang dari Pemkab Bogor, mengingat lokasi kejadian ada di daerah Kabupaten Bogor,” kata Dedie Rachim.
Selain penanganan langsung di lapangan, Pemkot Bogor berencana meminta dukungan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terkait kemungkinan penerapan rekayasa cuaca. Koordinasi juga terus dilakukan bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk membuka peluang bantuan teknologi, logistik, personel, maupun sumber daya lainnya.
Dedie menilai kebakaran pada tumpukan sampah yang telah menahun membutuhkan penanganan khusus dan kolaborasi berbagai pihak, terlebih di tengah musim kemarau. “Salah satu cara yang paling efektif adalah turunnya hujan, untuk itu kita sedang mempersiapkan pelaksanaan salat Istisqa dan memohon kepada Allah SWT memberikan hujan untuk membantu pemadaman di TPAS Galuga,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....