DPRD Kota Bogor Dorong Kampung Batik Cibuluh Jadi Wisata Edukasi Internasional
- 26 Mei 2026 05:59 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Ketua DPRD Kota Bogor Adityawarman Adil menerima audiensi Institut Pertanian Bogor (IPB) University bersama University of British Columbia (UBC) Kanada di Gedung DPRD Kota Bogor pada Senin, 25 Mei 2026. Pertemuan tersebut membahas pengembangan Kampung Batik Cibuluh sebagai destinasi wisata edukasi dan budaya bertaraf internasional.
Kampung Batik Cibuluh yang berada di Kelurahan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata berbasis pemberdayaan masyarakat dan pelestarian budaya lokal.
Dalam sambutannya, Adityawarman Adil menyampaikan apresiasi atas kehadiran akademisi dan mahasiswa internasional dari University of British Columbia. Menurutnya, kolaborasi lintas negara tersebut menjadi momentum penting bagi Kota Bogor dalam memperluas kerja sama di bidang pendidikan, budaya, dan pengembangan masyarakat.
“Kami merasa sangat terhormat dapat menerima tamu internasional dari British Columbia University, khususnya para mahasiswa yang hadir untuk belajar, bertukar gagasan, dan merasakan kehidupan sosial, budaya, serta pemerintahan di Kota Bogor,” ujar Adityawarman.
Ia mengatakan, kunjungan tersebut juga bertepatan dengan momentum Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 yang akan diperingati pada 3 Juni mendatang. Menurutnya, Kota Bogor memiliki kekayaan sejarah, budaya, dan semangat pendidikan yang dapat menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa internasional.
Adityawarman berharap kunjungan tersebut dapat mempererat hubungan internasional sekaligus membuka peluang kerja sama di masa depan, khususnya dalam bidang pendidikan, budaya, dan pemberdayaan masyarakat.
Sementara itu, Ketua Departemen Ilmu Ekonomi IPB University Tony Irawan memaparkan hasil kegiatan pendampingan lapangan yang dilakukan sejak 1 hingga 30 Mei 2026 di Kampung Batik Cibuluh.
Berdasarkan hasil evaluasi tim IPB, terdapat sejumlah tantangan yang masih dihadapi para pengrajin batik, di antaranya keterbatasan fasilitas parkir bagi wisatawan serta pengelolaan limbah produksi batik. Selain itu, para pelaku UMKM batik di kawasan tersebut juga menginginkan adanya galeri bersama sebagai pusat pemasaran produk dan promosi wisata edukasi.
Menanggapi hal itu, DPRD Kota Bogor mendorong adanya koordinasi dengan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bogor agar pembangunan galeri bersama dapat masuk dalam rencana penganggaran tahun mendatang.
Tony juga mengungkapkan bahwa program pengabdian masyarakat bersama IPB dan mitra internasional akan terus berlanjut. Tahun depan, program tersebut direncanakan menyasar kawasan Kampung Organik di Mulyaharja, Bogor Selatan.
Melalui kolaborasi antara DPRD, akademisi, dan institusi internasional, pengembangan kawasan wisata berbasis masyarakat di Kota Bogor diharapkan mampu meningkatkan perekonomian warga sekaligus memperkuat identitas budaya lokal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....