Penataan Stasiun Bogor, Pemkot dan PT KAI Sepakati Pengembangan Kawasan
- 07 Sep 2026 22:22 WIB
- Bogor
Poin Utama
- Penataan Stasiun Bogor menjadi langkah bersama Pemerintah Kota Bogor dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) dalam mengembangkan kawasan transportasi yang terintegrasi dengan kebutuhan mobilitas masyarakat.
- Selain konektivitas, pengembangan kawasan juga mengedepankan konsep ruang terbuka dan ruang ekonomi melalui pendekatan Transit Oriented Development (TOD),
RRI.CO.ID, Bogor - Penataan Stasiun Bogor menjadi langkah bersama Pemerintah Kota Bogor dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) dalam mengembangkan kawasan transportasi yang terintegrasi dengan kebutuhan mobilitas masyarakat. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Stasiun Bogor Gate Alun-alun Kota Bogor, Senin, 7 September 2026.
Kerja sama ini diarahkan untuk menyelaraskan rencana pengembangan kawasan stasiun dengan program penataan wilayah yang tengah disiapkan Pemerintah Kota Bogor. Pada kesempatan yang sama, PT KAI juga menandatangani MoU dengan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk sebagai bagian dari kolaborasi dalam pengembangan kawasan.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan konsep yang disiapkan PT KAI memiliki kesesuaian dengan rencana penataan sejumlah ruas jalan di sekitar Stasiun Bogor. Kawasan Jalan Nyi Raja Permas, Jalan M.A. Salmun, hingga Jalan Kapten Muslihat menjadi bagian dari wilayah yang akan disinkronkan dalam penataan tersebut.
"Kami menyambut baik dan menyambut gembira konsep ini. Selanjutnya, tinggal menyinkronkan apa yang sudah direncanakan Pemerintah Kota Bogor dengan program yang akan dilaksanakan oleh PT KAI," kata Dedie Rachim.
Sebagai tahap awal, Pemkot Bogor akan melakukan penataan dari Jalan Nyi Raja Permas hingga bagian ujung Jalan M.A. Salmun untuk menciptakan kawasan yang lebih tertib dan nyaman. Penataan juga direncanakan berlanjut pada tahun berikutnya di kawasan Jalan Mayor Oking dan Jalan Kapten Muslihat, termasuk pengembangan Jalan Dewi Sartika sebagai jalur protokol.
Direktur Utama PT KAI (Persero), Bobby Rasyidin, mengatakan pengembangan kawasan Stasiun Bogor akan tetap mempertahankan nilai sejarah yang melekat pada bangunan stasiun. Bangunan bersejarah yang berdiri pada 1881 direncanakan menjadi bagian depan atau wajah dari konsep New Stasiun Bogor.
"Kami ingin mengembalikan identitas Stasiun Bogor yang memiliki nilai sejarah kuat. Penataan ini juga mengusung konsep konektivitas antara Stasiun Bogor, Stasiun Paledang, dan berbagai moda transportasi lainnya agar kawasan ini menjadi pusat intermoda," ujar Bobby.
Selain konektivitas, pengembangan kawasan juga mengedepankan konsep ruang terbuka dan ruang ekonomi melalui pendekatan Transit Oriented Development (TOD), disertai peningkatan kapasitas layanan penumpang melalui revitalisasi sejumlah peron. PT KAI juga menyiapkan pengembangan sisi selatan sebagai zona pick-up dan drop-off, serta rencana lanjutan pengembangan layanan KRL dan elektrifikasi menuju Stasiun Cigombong.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....