Warga Gunung Sindur Kabupaten Bogor Keluhkan Sungai Tercemar Limbah

  • 05 Sep 2026 19:36 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Aliran sungai Jeletreng di Kecamatan Gunung Sindur Kabupaten Bogor tercemar. Pencemaran terjadi diantara aliran yang melintasi Desa Cidokom dan Desa Cibinong yang diduga melintasi sebuah pabrik besar dikawasan itu. Keluhan itupun ditindaklanjuti anggota DPRD Kabupaten Bogor terjun langsung ke lokasi yang menjadi sumber pencemaran, Sabtu 5 September 2026.

Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Fuad Al Ansori, membenarkan bahwa pihaknya telah mendatangi lokasi untuk melihat kondisi aliran sungai dan pabrik yang dimaksud. BukaPeta Digital

“Di aliran sungai memang terlihat masih terdapat endapan sedimen yang cukup tebal dan menimbulkan bau tidak sedap. Kami sudah mengecek lokasi,” ujar Fuad Al Anshori, Sabtu 5 September 2026.

Keluhan terkait kondisi Kali Jeletreng disebut telah disampaikan warga sejak sekitar delapan bulan lalu kepada anggota DPRD Kabupaten Bogor. Namun, hingga kini warga masih mengeluhkan kondisi aliran sungai, antara lain sedimen lumpur yang tebal, perubahan warna air menjadi kehijauan, serta aroma tidak sedap.

Ketua PK KNPI Gunungsindur, Jaka Laidi, mengatakan keluhan tersebut masih dirasakan masyarakat hingga saat ini.

“Sampai hari ini masih terlihat dampak dugaan pencemaran air itu. Sedimen lumpur yang tebal, warna air yang hijau, dan aroma tak sedap masih dikeluhkan warga,” ujar Jaka Laidi

Menurut Jaka, warga di dua kompleks perumahan di sekitar lokasi juga mengeluhkan bau tidak sedap yang diduga berasal dari kondisi aliran sungai maupun lingkungan sekitar. DPRD Kabupaten Bogor sebelumnya telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi sungai dan pabrik.

“Namun hingga saat ini progresnya tidak jelas. Tindak lanjutnya seperti apa, penanganannya bagaimana, dan sikap perusahaan seperti apa, itu semua belum jelas,” katanya.

Pihak perusahaan mengakui terdapat kerusakan pada peralatan pengolahan limbah dan saat ini sedang dilakukan perbaikan. Perusahaan telah menyampaikan komitmen untuk segera menyelesaikan proses perbaikan.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian, terlebih saat musim kemarau ketika debit air di Kali Jeletreng menurun sehingga bau dari aliran sungai lebih mudah tercium oleh warga. Selain meminta penyelesaian persoalan tersebut, Perusahaan juga dituntut memberikan perhatian terhadap kebutuhan air bersih masyarakat di sekitar lokasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....