Pemkab Bogor Targetkan Perbaikan Sekolah dan Jalan Rampung 2028
- 01 Sep 2026 20:40 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Pemerintah Kabupaten Bogor menargetkan perbaikan infrastruktur pendidikan dan jalan rusak dapat dituntaskan secara bertahap hingga 2027–2028. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kabupaten Bogor.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan, luas wilayah dan jumlah penduduk yang mencapai sekitar 6,1 juta jiwa membuat pembangunan harus dilakukan secara terarah dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat di setiap wilayah.
“Tidak ada waktu lagi. Momentum kita membangun tinggal 2027, 2028. 2028 sudah masuk masa jelang tahun politik 2029. Kami ingin sekolah yang rusak tuntas 2027–2028, jalan-jalan rusak tuntas 2027–2028,” ujar Rudy dikutip dari laman resmi Kabupaten Bogor pada Selasa, 1 September 2026.
| Baca juga: Jaro Ade Pantau Layanan Publik dan Pertanian |
Menurut Rudy, perbaikan jalan menjadi salah satu prioritas karena konektivitas antarwilayah berpengaruh terhadap pemerataan pembangunan. Infrastruktur jalan yang memadai akan memudahkan masyarakat mengakses layanan pendidikan, kesehatan, hingga mendukung aktivitas ekonomi.
Pemkab Bogor mencatat pembangunan sekitar 516 kilometer jalan telah diselesaikan sepanjang 2025, baik jalan kabupaten maupun jalan desa. Namun, Rudy mengakui masih terdapat sejumlah ruas jalan yang membutuhkan penanganan karena luas wilayah dan jumlah penduduk Kabupaten Bogor cukup besar.
“Kalau mau membangun wilayah, yang dibangun pertama apa? Ibarat sebuah tubuh, urat nadinya bangunlah dulu. Urat nadi itu apa? Jaringan jalan. Konektivitas antar wilayah,” jelasnya.
Selain infrastruktur jalan, sektor pendidikan menjadi perhatian pemerintah daerah. Rudy mengatakan masih terdapat sekolah dengan kondisi fasilitas yang membutuhkan perbaikan. Pemerintah juga melakukan peninjauan langsung melalui program “Kami Mendengar” untuk mengetahui kebutuhan sekolah berdasarkan kondisi di lapangan.
Penanganan pembangunan diarahkan tidak hanya di kawasan perkotaan, tetapi mencakup wilayah barat, timur, utara, dan selatan Kabupaten Bogor. Pemerataan tersebut diharapkan membuat manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas.
Rudy menilai pencapaian target pembangunan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah daerah akan memperkuat kolaborasi dengan DPRD, pemerintah pusat, sektor swasta, serta masyarakat untuk mempercepat penyelesaian berbagai kebutuhan infrastruktur.
“Kunci kalau ingin keberhasilan ini tercapai, kuncinya hanya satu: ayo bareng-bareng bangun Bogor,” tegasnya.
Selain perbaikan sekolah dan jalan, Pemkab Bogor juga menargetkan peningkatan sejumlah indikator pembangunan lainnya, termasuk penurunan angka kemiskinan, peningkatan rata-rata lama sekolah, percepatan pelayanan perizinan, serta dukungan terhadap pengembangan UMKM.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....