Warga Gunung Putri Kabupaten Bogor Dilatih Kelola Bank Sampah Digital
- 21 Agt 2026 17:22 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Tim pengabdian masyarakat Universitas Pakuan Bogor, memberikan pelatihan tata kelola sampah berbasis digital, yang berlangsung di Aula Desa Bujong Kulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, 18–20 Agustus 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Kreativitas Mahasiswa Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM-PkM) yakni dengan penerapan Internet of Thing (IoT) terapan.
Kegiatan tersebut didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Program BIMA 2026, dengan mitra sasaran Kelompok Kerja Rumah Edukasi Pengelolaan Sampah dan Sadar Iklim (Pokja Resik).
Ketua tim pengabdian sekaligus pengembang sistem BASADE-IoT Andi Chairunnas mengatakan teknologi yang diperkenalkan tersebut bukan sekadar alat administrasi. BASADE dan dropbox IoT ini adalah enabler — pemungkin — transformasi Pokja Resik secara menyeluruh dari hulu ke hilir.
"Jadi Ketika warga dapat menyetor sampah kapan saja tanpa harus menunggu jadwal bulanan dan tercatat. Pengelola dapat memantau data secara real-time melalui HP atau smartphone-nya, untuk meningkatkan budaya menabung sampah bagi warga di Desa Bojong Kulur," jelas Andi Chairunas, Kamis, 20 Agustus 2026.
Pelatihan diikuti oleh 26 peserta terdiri dari pengelola Bank Sampah Unit (BSU), anggota PKK, kader Kelompok Wanita Tani (KWT), dan kelompok pemuda Desa Bojong Kulur. Dalam pelatihan tiga hari, peserta mendapatkan pelatihan pengelolaan bank sampah digital melalui platform BASADE (basade.unpak.ac.id), pengoperasian mesin dropbox sampah plastik berbasis Internet of Things (IoT), kampanye pemilahan dan menabung sampah, serta penguatan kelembagaan Bank Sampah Induk (BSI).
Sekretaris Desa Bojong Kulur, Takih, menyambut positif kegiatan tersebut sebagai jawaban persoalan yang sudah lama dirasakan warga.
"Selama ini pengelola bank sampah harus mencatat semua transaksi dengan tangan, dan warga harus menunggu waktu setoran yang sudah ditentukan, Desa Bojong Kulur posisinya diapit Sungai Cileungsi dan Sungai Cikeas dan ini menjadi salah satu Desa yang 60 persen wilayahnya tergolong rawan banjir,” tambah Sekdes Takih.
Pemateri dalam program tersebut adalah Langgeng Prima Anggradinata dari Program Studi Sastra Indonesia menjadi pemateri utama dengan materi strategi kampanye menabung sampah dan teknik komunikasi kelembagaan. Sementara Andi Chairunnas berasal dari Program Studi Ilmu Komputer, yang memandu sesi praktik langsung pengoperasian platform BASADE dan sistem dropbox berbasis IoT.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....