Pengembangan Karier, IPB Dorong Lulusan Siap Hadapi Dunia Kerja
- 20 Agt 2026 14:58 WIB
- Bogor
Poin Utama
- Pengembangan karier mahasiswa menjadi perhatian dalam upaya memperkuat kesiapan lulusan menghadapi kebutuhan dunia kerja yang terus berubah, termasuk melalui masukan dari pemerintah, perusahaan swasta, dan badan usaha milik negara (BUMN).
- Upaya penguatan karier tersebut sejalan dengan program IPB University yang memiliki Direktorat Pengembangan Karier, Kewirausahaan, dan Hubungan Alumni serta berbagai kegiatan yang mempertemukan mahasiswa dan lulusan dengan dunia industri.
RRI.CO.ID, Bogor — Pengembangan karier mahasiswa menjadi perhatian dalam upaya memperkuat kesiapan lulusan menghadapi kebutuhan dunia kerja yang terus berubah, termasuk melalui masukan dari pemerintah, perusahaan swasta, dan badan usaha milik negara (BUMN). Pembahasan mengenai kebutuhan kompetensi dan keterampilan lulusan tersebut berlangsung di IPB University, Kamis 20 Agustus 2026.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menilai pengembangan karier penting dilakukan secara berkelanjutan karena dunia kerja membutuhkan tenaga yang terampil, kompeten, dan siap mengisi berbagai posisi strategis.
“Saat ini dunia membutuhkan tenaga yang terampil, pintar, dan siap pakai untuk bisa mengisi berbagai posisi strategis di berbagai perusahaan,” ujar Dedie.
Menurut Dedie, peningkatan kualitas keterampilan mahasiswa harus menjadi bagian dari persiapan menuju Indonesia Emas 2045. Ia menilai mahasiswa perlu memahami kompetensi yang dibutuhkan industri, baik untuk memasuki pasar kerja nasional maupun membuka peluang karier di tingkat internasional.
“Peningkatan kualitas skill menjadi salah satu yang utama karena Indonesia terus melaju dan trennya meningkat menuju Generasi Emas 2045,” kata Dedie.
Karena itu, keterhubungan antara perguruan tinggi dengan pemerintah dan dunia usaha dinilai penting agar pendidikan yang diperoleh mahasiswa semakin sesuai dengan perkembangan kebutuhan lapangan kerja.
Rektor IPB University Dr. Alim Setiawan Slamet mengatakan kampus terus menggali informasi dari berbagai pihak untuk mengetahui kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja.
“Kami terus menggali informasi terkait apa yang harus dilakukan civitas akademika agar dunia kerja berminat dan dapat menarik lulusan IPB untuk pengembangan karier di berbagai bidang,” ujar Alim.
Alim menambahkan, masukan dari sektor industri diperlukan sebagai bahan penguatan pembelajaran sekaligus transfer pengetahuan kepada mahasiswa. Menurutnya, kolaborasi tersebut diharapkan membuat lulusan IPB semakin kompetitif dan memiliki peluang lebih luas untuk berkarier tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di luar negeri.
Upaya penguatan karier tersebut sejalan dengan program IPB University yang memiliki Direktorat Pengembangan Karier, Kewirausahaan, dan Hubungan Alumni serta berbagai kegiatan yang mempertemukan mahasiswa dan lulusan dengan dunia industri. Pada 2026, IPB juga mencatat 35,2 persen wisudawan telah memperoleh pekerjaan sebelum lulus, sementara data Tracer Study tiga tahun terakhir menunjukkan 83 persen lulusan bekerja dalam waktu 0–6 bulan setelah kelulusan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....