Wali Kota Bogor Turun Langsung Cari ASN Bayu di Sungai Cisadane

  • 17 Agt 2026 08:38 WIB
  •  Bogor
Poin Utama
  • Tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian Bayu Zulkarnaen (36), pegawai Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bogor yang dilaporkan hilang di sekitar aliran Sungai Cisadane, Kelurahan Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan.
  • Ia memastikan pencarian akan dilanjutkan pada Senin, 17 Agustus 2026, dengan memperluas wilayah penyisiran, sementara keluarga Bayu juga telah membuat laporan kepada kepolisian untuk membantu memastikan keberadaannya.

RRI.CO.ID, Bogor — Tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian Bayu Zulkarnaen (36), pegawai Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bogor yang dilaporkan hilang di sekitar aliran Sungai Cisadane, Kelurahan Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan. Operasi pencarian memasuki hari keempat pada Minggu, 16 Agustus 2026, dengan melibatkan sejumlah unsur penyelamat.

Bayu dilaporkan hilang sejak Kamis, 13 Agustus 2026 malam, setelah sepeda motor Honda Verza yang digunakannya ditemukan di ujung jembatan sempadan Sungai Cisadane dalam kondisi mesin mati. Kendaraan tersebut sebelumnya terekam CCTV melintas di depan Kantor Kelurahan Cipaku sekitar pukul 18.52 WIB sebelum bergerak menuju arah jembatan.

Warga yang lebih dahulu melakukan pencarian menemukan helm dan tas yang diduga milik Bayu mengapung di sungai. Dalam operasi tersebut, BPBD Kota Bogor dan Kabupaten Bogor, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Basarnas, Tagana, PMI, TNI-Polri, serta sejumlah organisasi dan komunitas turut dikerahkan.

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim meninjau langsung proses pencarian pada Minggu, 16 Agustus 2026, sekaligus menemui keluarga Bayu yang berada di lokasi. Dedie meminta tim SAR mengatasi material yang menghambat pencarian berupa sedimentasi, bambu, dan tumpukan kayu di dasar sungai.

“Kita masih teruskan agar saudara Bayu yang diduga hilang di aliran Sungai Cisadane bisa ditemukan segera karena kita sudah masuk hari keempat,” ujar Dedie.

Ia meminta sebagian material di bawah jembatan diangkat untuk membuka area pencarian yang berada dekat dengan lokasi ditemukannya sepeda motor. Kondisi sungai menjadi salah satu kendala dalam proses penyisiran karena jarak pandang penyelam terbatas dan arus di bagian bawah cukup deras meskipun permukaan air terlihat relatif tenang.

Tim penyelam juga melakukan upaya mengikat serta memindahkan bambu dan sampah yang berada di dasar sungai agar pencarian dapat dilakukan lebih optimal.

“Teman-teman juga nggak patah semangat, ini menyelam sampai menggigil. Tapi saya pikir kita harus upayakan maksimal selama tujuh hari, dan sisa waktu tiga hari ke depan, insyaallah kita akan terus maksimal,” kata Dedie.

Ia memastikan pencarian akan dilanjutkan pada Senin, 17 Agustus 2026, dengan memperluas wilayah penyisiran, sementara keluarga Bayu juga telah membuat laporan kepada kepolisian untuk membantu memastikan keberadaannya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....