Antisipasi Kebakaran SPPG, Mitra Dapur Dorong Penguatan Asuransi

  • 16 Agt 2026 17:02 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor- Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) merupakan ujung tombak dalam program Makan Bergizi Gratis. Kehadirannya tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan makan kepada penerima manfaat melainkan juga jaminan mutu dan kualitas menu yang diberikan.

Namun ada sisi lain yang belum banyak diterapkan dan dibahas dalam aspek keselamatan dari dapur MBG dalam hal ini infrastruktur dan pekerja didalamnya. Beberapa contoh kasus seperti Insiden kebakaran dan ledakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Dusun Medali, Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur menjadi salah satunya.

Perwakilan mitra sekaligus konsultan Yayasan Surya Telaga Cendekia dan Yayasan Humaira, Azka Muhammad Pinandito mendorong seluruh pengelola dapur SPPG untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan, keamanan operasional, serta perlindungan aset dan sumber daya manusia.

“Kejadian ini harus menjadi pembelajaran bersama. Dapur SPPG bukan hanya tempat produksi makanan, tetapi merupakan fasilitas operasional yang memiliki berbagai potensi risiko, mulai dari kebakaran, ledakan, kerusakan peralatan, kecelakaan kerja, hingga terhentinya kegiatan operasional,” ujar Azka Muhammad, Minggu, 16 Agustus 2026.

Menurutnya, asuransi perlu dipandang sebagai salah satu instrumen manajemen risiko, bukan sekadar produk finansial. Perlindungan tersebut dapat disesuaikan dengan nilai bangunan, peralatan, aktivitas operasional, tenaga kerja, hingga potensi tanggung jawab hukum masing-masing dapur.

Selain perlindungan asuransi, Azka menilai pengelola SPPG perlu melakukan evaluasi terhadap berbagai aspek keselamatan, mulai dari instalasi LPG, instalasi listrik, alat pemadam kebakaran, jalur evakuasi, prosedur keadaan darurat, pemeliharaan peralatan, hingga keselamatan para pekerja.

“Asuransi bukan pengganti keselamatan. Pencegahan tetap menjadi yang utama, sedangkan asuransi merupakan lapisan perlindungan tambahan,” ungkapnya.

Azka juga menegaskan, rekomendasi perlindungan asuransi sebaiknya didahului dengan risk assessment. Langkah tersebut penting agar jenis perlindungan dan nilai pertanggungan yang dipilih benar-benar sesuai dengan kondisi serta kebutuhan masing-masing dapur SPPG.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....