Tradisi Rebo Wekasan Puncak Bogor Dikemas dalam Ketupat Fest 2026
- 12 Agt 2026 22:05 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Tradisi Rabu Wekasan, adalah tradisi masyarakat Islam tradisional memperingati hari Rabu terakhir di bulan Safar dalam kalender Hijriah. Di Kecamatan Cisarua tepatnya di Desa Tugu Selatan, memperingatinya dengan berdoa bersama dan karnaval budaya. Kegiatan ritual keagamaan dan budaya tersebut dilakukan untuk meminta perlindungan kepada Allah SWT agar terhindar dari bencana dan cobaan.
Kegiatan berlangsung di Kampung Baru Karamat, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua dikemas dalam agenda Ketupat Fest 2026, Rabu, 12 Agustus 2026. Diawali dengan karnaval dongdang, pawai ketupat, berburu ikan, hingga perlombaan tradisional yang diikuti masyarakat.
Kepala Desa Tugu Selatan, M. Eko Windiana, mengatakan Ketupat Fest 2026 menjadi salah satu momentum untuk menjaga tradisi sekaligus memperkuat silaturahmi masyarakat di kawasan Puncak.
“Tradisi ini menjadi bagian dari amanat para alim ulama dan kasepuhan, sekaligus bagian dari kehidupan warga di kawasan Puncak, pelaksanaan Ketupat Fest juga menjadi upaya mempertahankan budaya dan kearifan lokal masyarakat Puncak dan juga nantinya diwariskan kepada generasi berikutnya tanpa menghilangkan nilai kebersamaan yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat,” ujar Kades Eko.
Kapolsek Cisarua, AKP Budi Suratman, pun tampak bahagia dan bergembira melihat bagaimana keguyuban masyarakat di Desa Tugu Selatan Cisarua kabupaten Bogor. Mereka menampilkan wajah relijius , gembira dan penuh kebersamaan.
"Melalui kegiatan tersebut, masyarakat tampak guyub dan ini sangat mendukung program Kamtibmas kami dilapangan,"tambah Kapolsek Cisarua AKP Budi Suratman.
Kegiatan itupun diharapkan dapat menjadi salah satu ikon wisata religi di Puncak Bogor. Mereka menamai Festival ketupat yang sarat akan filosofi dan makna kehidupan. Sebagai bagian dari pengelola Desa Wisata Tugu Selatan, Bahden memastikan kearifan local warga desanya dapat dijadikan agenda wisata tahunan di Tugu Selatan Cisarua
Tradisi Rabu Wekasan ini diisi dengan doa bersama, wujud syukur kepada Allah SWT, serta ritual tolak bala yang sering kali diakhiri dengan kegiatan sosial seperti sedekah ketupat bersama warga. Sebagai bentuk ikhtiar spiritual memohon keselamatan, menolak marabahaya atau bala, serta ungkapan rasa syukur atas nikmat Tuhan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....