Pemkot Bogor Perkuat Kolaborasi Penanganan Sampah dari Hulu hingga Hilir
- 03 Agt 2026 22:57 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Pemerintah Kota Bogor terus memperkuat penanganan sampah melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, swasta, dan media. Upaya tersebut dilakukan mulai dari pengurangan sampah di sumber hingga pengolahan akhir yang saat ini dipersiapkan menuju sistem pengolahan sampah menjadi energi listrik.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor, Rudi Mashudi, mengatakan timbulan sampah di Kota Bogor pada 2025 mencapai sekitar 726,86 ton per hari. Dari jumlah tersebut, hampir 70 persen berasal dari sampah rumah tangga sehingga penanganannya perlu dimulai dari lingkungan masyarakat.
"Kalau melihat timbulan sampah, hampir 500 ton per hari berasal dari rumah tangga atau sekitar 70 persen. Karena itu penanganan di hulu harus berbasis komunitas dan masyarakat, sedangkan di hilir kami mempersiapkan pengolahan akhir sampah menuju pengolahan sampah menjadi energi listrik," ujar Rudi dalam Dialog Pro 1 RRI Bogor pada Senin, 3 Agustus 2026.
Menurutnya, pembangunan pengelolaan sampah tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah. Karena itu, Pemerintah Kota Bogor mendorong kemitraan dengan berbagai pihak agar penanganan sampah dapat berjalan lebih efektif, baik melalui pengurangan sampah dari sumber maupun peningkatan pengelolaan di tempat pemrosesan akhir.
Rudi menjelaskan, Pemerintah Kota Bogor juga tengah mempercepat pembangunan jalan khusus menuju lokasi Pengelolaan Sampah Energi Listrik (PSEL) sepanjang sekitar 1,7 kilometer. Selain itu, pemerintah terus mempersiapkan berbagai kebutuhan pendukung sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 yang menjadikan proyek pengolahan sampah menjadi energi sebagai bagian dari Program Strategis Nasional.
Ia menambahkan, sejumlah komunitas di Kota Bogor telah mulai menerapkan pemilahan sampah dari sumber. Selain membantu mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pemrosesan akhir, pemilahan juga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat melalui pemanfaatan sampah yang masih memiliki nilai jual.
Sementara itu, Ketua LPM Kayu Manis, Tanah Sareal, Inan Sagiman B., mengatakan masyarakat di sekitar lokasi proyek mulai memahami rencana pembangunan fasilitas pengolahan sampah setelah mendapatkan berbagai penjelasan. Menurutnya, kunjungan langsung ke lokasi serupa menjadi salah satu cara untuk memberikan gambaran nyata kepada masyarakat mengenai teknologi yang akan diterapkan.
"Untuk mengubah pola pikir dan kebiasaan memang menjadi tantangan. Tetapi kami mendukung program pemerintah kota karena menurut saya ini menjadi salah satu solusi untuk mengatasi persoalan sampah di Kota Bogor, bahkan di Indonesia," kata Inan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....