Kesenjangan Kompetensi Lulusan Masih Jadi Tantangan Dunia Kerja di Bogor

  • 31 Jul 2026 10:56 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Kesenjangan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri masih menjadi tantangan dalam menekan angka pengangguran di Kota Bogor. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan keterampilan, sertifikasi, serta penyesuaian kurikulum pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja.

Direktur Bogor Research and Innovation Network (Brain Foundation), Ferdian Mufti Azis, mengatakan berdasarkan hasil kajian yang dipadukan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka di Kota Bogor pada Agustus 2025 mencapai lebih dari 12 persen. Menurutnya, salah satu penyebab utama kondisi tersebut adalah terjadinya mismatch atau ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan pasar kerja.

"Kompetensi itu harus jelas. Berbicara mismatch berarti harus seirama antara kebutuhan pasar dengan kompetensi yang dimiliki," ujar Ferdian dalam Dialog Pagi Ini disiarkan PRO1 RRI Bogor edisi Kamis, 30 Juli 2026.

Menurutnya, dunia kerja saat ini membutuhkan tenaga kerja yang menguasai kompetensi digital, bahasa asing, serta memiliki sertifikasi sesuai bidang keahlian. Selain kemampuan teknis, perusahaan juga membutuhkan pekerja yang memiliki kemampuan komunikasi, pemecahan masalah, adaptasi, kerja sama tim, serta menjunjung tinggi kejujuran.

Ia menilai kesenjangan kompetensi lulusan baru dengan kebutuhan industri masih cukup besar. Karena itu, diperlukan kolaborasi antara dunia pendidikan dan dunia usaha dalam menyusun kurikulum yang lebih relevan sehingga lulusan siap memasuki dunia kerja.

"Masih terjadi gap. Akhirnya mereka bingung ketika lulus mau kerja di mana dan mau ngapain. Minimal ketika membawa ijazah ke perusahaan, mereka sudah siap dan memiliki skill yang bisa dijual," katanya.

Ferdian juga mengingatkan generasi muda agar tidak mudah tergiur bekerja di luar negeri hanya karena besaran gaji yang ditawarkan. Menurutnya, bekerja di luar negeri memerlukan keterampilan, sertifikasi, dan kesiapan menghadapi tantangan yang tidak ringan.

Ia mengajak anak muda untuk menggali potensi diri dan memanfaatkan berbagai sektor yang berkembang di Kota Bogor. Menurutnya, kesempatan mengembangkan karier di daerah sendiri masih terbuka luas apabila dibarengi dengan peningkatan kompetensi dan kesiapan diri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....