Kasus Kekerasan Anak di Kota Bogor Meningkat, RRI Ambil Peran Edukasi Pencegahan
- 24 Jul 2026 16:16 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Kasus kekerasan terhadap anak di Kota Bogor terus menjadi perhatian serius setelah tren laporan yang diterima oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kota Bogor, menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini menjadi perhatian berbagai pihak karena berdampak langsung terhadap tumbuh kembang, kesehatan mental, serta masa depan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.
Ketua KPAID Kota Bogor, Dede Siti Amanah, mengungkapkan kondisi kasus kekerasan terhadap anak mengalami tren peningkatan yang cukup signifikan dari tahun ke tahunnya. Berbagai bentuk kekerasan yang dilaporkan meliputi kekerasan fisik, psikis, hingga seksual.
“Kota Bogor itu trennya mengalami kenaikan dari tahun ke tahun bahkan sangat significant pada awal saya menjabat itu ada 25 kasus, lalu 50 kasus, lalu tahun 2024 sebanyak 64 kasus, dan di tahun 2025 meningkat sebanyak 93 kasus,” ungkap Dedei Siti Amanah, saat menghadiri peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Lapangan RRI Bogor, Kamis 23 Juli 2026.
Dede juga mengungkap bahwa sumber kasus kekerasan anak yang justru sering terjadi dari lingkungan keluarga. Yang seharusnya keluarga menjadi lingkungan terdekat dan teraman bagi anak-anak.
“Nomor satunya memang (kasus anak) sumbernya dari keluarga dimana anak menjadi korban, dan yang keduanya (sumbernya) kekerasan seksual,” jelasnya.
RRI sebagai Lembaga Penyiaran Publik pun, turut mengambil perannya dalam memberikan konten dan penyiaran terkait pencegahan kekerasan terhadap anak. Beberapa program khusus anak disajikan untuk memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat.
“Berbagai kegiatan kita lakukan baik secara on air maupun off air kita ada program khusus berkaitan dengan anak yang terus kita gaungkan, kegiatan tersebut bisa terus didengar, dilihat dan dibaca juga di pemberitaan kita. Yang harapannya juga semua orang paham bagaimana cara melaporkan, ada keberanian mengungkap kasusnya, korban maupun masyarakat harus lebih peduli jika ada kejadian dilingkungannya. Sehingga kita bisa wujudkan Kota Bogor sebagai kota layak anak,” jelas Kepala RRI Bogor, Nordiana.
Pemerintah Kota Bogor melalui instansi terkait terus melakukan berbagai upaya penanganan, mulai dari pendampingan korban, penyediaan layanan pengaduan, hingga edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya perlindungan anak. Selain itu, kerja sama dengan sekolah, keluarga, aparat penegak hukum, dan lembaga perlindungan anak juga terus diperkuat untuk mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....