Orang Tua Perlu Hadir Ciptakan Ruang Aman bagi Anak di Era Digital

  • 24 Jul 2026 08:18 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 menjadi momentum untuk mengingatkan pentingnya menciptakan ruang aman bagi anak di berbagai lingkungan. Selain keluarga dan sekolah, ruang digital kini menjadi salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian serius di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Psikolog Anggia Chrisanti, M.Psi., menilai tantangan pengasuhan anak saat ini jauh lebih besar dibandingkan generasi sebelumnya. Menurutnya, orang tua masa kini tidak hanya menghadapi perubahan karakter anak, tetapi juga harus mampu beradaptasi dengan perkembangan dunia digital yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

"Bagi saya, tantangan Hari Anak 2026 justru semakin besar. Orang tua saat ini dituntut mampu menciptakan ruang aman di rumah, di lingkungan pendidikan, hingga di ruang digital," ujar Anggia saat menghadiri peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Kantor LPP RRI Bogor pada Kamis, 23 Juli 2026.

Ia mengungkapkan, berdasarkan pengalamannya selama 16 tahun mendampingi anak dan keluarga, sebagian besar persoalan yang dialami anak bukan berasal dari keluarga yang bercerai. Justru, kata dia, banyak kasus muncul dari keluarga yang orang tuanya masih tinggal bersama, tetapi hubungan di dalam rumah dipenuhi konflik.

"Selama 16 tahun saya menjadi psikolog, sekitar 95 persen kasus anak bukan terjadi karena orang tuanya bercerai. Justru anak datang dari keluarga yang orang tuanya masih bersama, tetapi penuh konflik sehingga meninggalkan luka bagi anak."

Selain keluarga, Anggia juga menyoroti lingkungan pendidikan sebagai tempat yang seharusnya memberikan rasa aman bagi anak. Guru, menurutnya, memiliki peran penting sebagai pelindung dan figur pengganti orang tua selama anak berada di sekolah.

"Guru seharusnya menjadi pelindung sekaligus orang tua bagi anak di sekolah. Karena itu, lingkungan pendidikan harus mampu memberikan rasa aman, bukan justru menjadi tempat yang menimbulkan luka bagi anak."

Di sisi lain, ia mengingatkan agar orang tua tidak memandang dunia digital sebagai ancaman. Sebaliknya, orang tua perlu memahami perkembangan teknologi agar mampu mendampingi anak menggunakan media digital secara sehat dan bertanggung jawab.

"Jangan menjadikan ruang digital sebagai musuh. Orang tua harus terus meng-upgrade diri, baik dari sisi emosional, wawasan, maupun membangun koneksi yang kuat dengan anak."

Anggia berharap peringatan Hari Anak Nasional tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh pihak untuk memperkuat perlindungan anak. Menurutnya, kolaborasi keluarga, sekolah, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....