Hari Anak Nasional Komunitas Sans Souci Menghadirkan Pentas Seni

  • 24 Jul 2026 10:20 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Komunitas sanggar seni anak disabilitas Sans Souci menggelar pentas seni anak disabilitas di Gedung Balai Rakyat DPRD Kota Bogor pada Kamis, 23 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Anak Nasional yang mengusung tema “Sans Souci: Budaya Inklusif; Ekspresi Seni dan Kearifan Tradisi untuk Semua”. Program karya anak-anak penyandang disabilitas ini terlaksana berkat dukungan fasilitas pemajuan kebudayaan tahun 2026 dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah IX Jawa Barat.

Program ini bertujuan memberikan ruang ekspresi, apresiasi, serta pelestarian budaya yang benar-benar inklusif bagi para penyandang disabilitas. Nama “Sans Souci” sendiri memiliki arti “tanpa kekhawatiran” atau “tanpa beban pikiran”. Melalui filosofi ini, kegiatan dirancang untuk menciptakan kesetaraan di segala bidang, khususnya kebudayaan, sehingga para penyandang disabilitas dapat berkesenian tanpa merasa canggung atau khawatir terhadap diskriminasi sosial.

Ketua Pelaksana sekaligus Ketua Komunitas Sans Souci, Ferry KS, menjelaskan makna mendalam di balik pemilihan nama dan konsep kegiatan tersebut. “Nama Sans Souci ini berarti 'tanpa kekhawatiran'. Kami ingin anak-anak disabilitas di Kota Bogor bisa mengekspresikan bakat seni mereka tanpa ada rasa canggung, takut, atau beban pikiran, karena kebudayaan adalah ruang setara milik kita bersama,” ujar Ferry KS.

Selain menjadi wadah selebrasi Hari Anak Nasional, acara ini menjadi ajang pembuktian potensi besar serta keterampilan estetika anak-anak penyandang disabilitas di Kota Bogor. Pertunjukan seni berlangsung meriah dengan menyajikan pelbagai penampilan memukau, mulai dari Tari Mojang Priangan, pertunjukan musik angklung, hingga pameran lukisan. Para penonton yang hadir tampak larut dalam haru dan berulang kali memberikan tepuk tangan meriah di setiap sesi pertunjukan.

Melalui bantuan fasilitasi pemajuan kebudayaan tersebut, Sans Souci berkomitmen untuk terus mendampingi serta mengasah bakat para atlet seni disabilitas agar semakin mandiri. “Dukungan fasilitasi kebudayaan tahun 2026 ini menjadi modal besar bagi kami untuk memberdayakan lebih banyak anak-anak disabilitas. Kami berharap ruang inklusif ini membuat mereka semakin percaya diri dan terus berkontribusi aktif di tengah masyarakat,” tambah Ferry KS.

Upaya pemberdayaan ini diharapkan tidak berhenti pada selebrasi semata, melainkan menjadi langkah berkelanjutan dalam meningkatkan kemandirian anak-anak disabilitas pada tahun pertama pelaksanaannya. Dengan terbukanya ruang ekspresi yang aman dan ramah, anak-anak penyandang disabilitas dibuktikan mampu menghasilkan karya seni bernilai tinggi yang patut diapresiasi oleh publik luas.

Sinergi antara Pemda, DPRD Kota Bogor, BPK Jawa Barat, dan Komunitas Sans Souci ini diharapkan menjadi pemantik lahirnya berbagai kebijakan publik yang semakin berpihak pada hak-hak penyandang disabilitas. Lebih jauh lagi, langkah kolaboratif ini menjadi pijakan penting dalam mewujudkan sistem pendidikan serta ruang kebudayaan yang ramah dan inklusif di Kota Bogor.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....