Kota Bogor Perluas Pembiayaan Kreatif untuk Wujudkan Green City

  • 22 Jul 2026 20:22 WIB
  •  Bogor
Poin Utama
  • Pemerintah Kota Bogor terus memperluas skema pembiayaan kreatif atau creative financing untuk mendukung pembangunan tanpa bergantung sepenuhnya pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
  • Upaya Pemkot Bogor mengembangkan pembiayaan kreatif sebelumnya mendapat apresiasi dari Kementerian Dalam Negeri pada Juni 2026. Kota Bogor dinobatkan sebagai salah satu pemerintah daerah terbaik dalam kategori *creative financing*

RRI.CO.ID, Bogor - Pemerintah Kota Bogor terus memperluas skema pembiayaan kreatif atau creative financing untuk mendukung pembangunan tanpa bergantung sepenuhnya pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Langkah tersebut menjadi strategi pemerintah dalam mempercepat pembangunan sekaligus membuka peluang pendanaan dari berbagai sumber yang sah dan inovatif.

Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, saat menghadiri Forum Konsultasi Publik dan Dialog Kemitraan yang digelar Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Barat III di Aula Kujang Cakra Buana, Gedung Kanwil DJP Jawa Barat III, Jalan Juanda, Kota Bogor, Selasa 21 Juli 2026. Menurutnya, pendekatan pembiayaan alternatif diperlukan agar berbagai program prioritas tetap dapat direalisasikan secara berkelanjutan.

Salah satu implementasi pembiayaan kreatif, kata Dedie, adalah pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik yang ditargetkan mulai beroperasi pada awal 2028.

"Salah satunya dalam pengelolaan sampah, Kota Bogor akan memiliki instalasi pengelolaan sampah menjadi energi listrik pada awal tahun 2028. Tinggal hal yang harus dipikirkan adalah menumbuhkan, mendorong, dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi dan berkontribusi dalam retribusi persampahan yang benar," ujarnya.

Dedie menuturkan, seluruh langkah pembangunan yang dilakukan saat ini merupakan investasi jangka panjang bagi generasi mendatang. Ia berharap Kota Bogor mampu berkembang sebagai kota hijau yang tetap menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan.

"Apa yang kita nikmati hari ini adalah jerih payah para pendahulu. Apa yang kita lakukan hari ini akan dinikmati oleh generasi mendatang. Ini menjadi hal yang perlu kita perjuangkan," kata Dedie.

Dalam forum yang sama, Kepala Kantor Wilayah DJP Jawa Barat III, Romadhaniah, mengajak masyarakat dan para wajib pajak memanfaatkan forum konsultasi sebagai ruang menyampaikan masukan terhadap pelayanan perpajakan. Menurutnya, komunikasi yang terbuka akan membantu DJP meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperkuat kemitraan dengan pemerintah daerah.

Upaya Pemkot Bogor mengembangkan pembiayaan kreatif sebelumnya mendapat apresiasi dari Kementerian Dalam Negeri pada Juni 2026. Kota Bogor dinobatkan sebagai salah satu pemerintah daerah terbaik dalam kategori creative financing bersama Kota Surabaya dan Kota Semarang, sebagai bentuk pengakuan atas inovasi pembiayaan pembangunan yang tidak hanya mengandalkan PAD, pajak, dan retribusi daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....