Jambore Batik Jawa Barat 2026 Siapkan Regenerasi Perajin dan Duta Batik
- 22 Jul 2026 19:11 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Yayasan Batik Jawa Barat akan menggelar Jambore Batik Jawa Barat 2026 sebagai upaya memperkuat pelestarian budaya sekaligus menyiapkan regenerasi perajin dan duta batik dari kalangan muda. Kegiatan tersebut akan berlangsung pada 24–25 Oktober 2026 di Bandung, dan melibatkan perajin dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat.
Ketua Umum Yayasan Batik Jawa Barat, Sendy Dede Yusuf , mengatakan jambore akan menjadi ruang bertemunya perajin, pecinta batik, pemerhati budaya, hingga generasi muda. Berbagai kegiatan disiapkan mulai dari bazar UMKM batik, pameran, hingga pemilihan Duta Batik Jawa Barat.
“Jambore Batik Jawa Barat menjadi ajang mempertemukan perajin, pecinta batik, dan generasi muda dalam satu ruang pelestarian budaya. Kami ingin ada regenerasi pembatik agar batik Jawa Barat tetap lestari dan berkembang,” kata Sendy dalam Dialog Bogor Pagi Ini, Senin, 21 Juli 2026.
Menurut Sendy, pemilihan Duta Batik Jawa Barat menjadi salah satu program penting dalam rangkaian jambore. Peserta berusia 17 hingga 25 tahun akan mendapatkan pembekalan mengenai batik, public speaking, fesyen, hingga praktik membatik secara langsung.
“Anak muda tidak hanya diajak mengenal batik sebagai busana, tetapi juga memahami proses dan nilai budaya di dalamnya. Harapannya mereka dapat menjadi duta yang mempromosikan batik hingga tingkat nasional dan internasional,” ujarnya.
Selain itu, Yayasan Batik Jawa Barat juga akan menggelar Batik Walk pada Agustus 2026 serta menampilkan karya batik dari penyandang disabilitas. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperluas partisipasi masyarakat dalam pelestarian batik.
Sendy menjelaskan, sejak berdiri pada 8 Agustus 2008, Yayasan Batik Jawa Barat telah melakukan pembinaan terhadap perajin di berbagai daerah. Pembinaan dilakukan mulai dari pelatihan produksi, pengembangan desain, akses permodalan, promosi, hingga pengelolaan limbah ramah lingkungan.
“Pelestarian batik tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan perajin. Ketika masyarakat membeli batik, sesungguhnya mereka ikut menghidupi banyak orang yang terlibat dalam proses pembuatannya,” kata Sendy.
Melalui Jambore Batik Jawa Barat, diharapkan semakin banyak generasi muda yang tertarik menjadi perajin, wirausaha, maupun promotor budaya. Upaya tersebut dinilai penting agar batik tetap menjadi identitas budaya yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....