Pembangunan Trase Baru Batutulis Capai 22 Persen, DPRD Tinjau Progres Proyek
- 20 Jul 2026 07:14 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Wakil Ketua DPRD Kota Bogor Dadang Iskandar Danubrata mendampingi Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Ono Surono meninjau progres pembangunan trase baru Batutulis di Kecamatan Bogor Selatan pada Minggu, 19 Juli 2026.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Tahun Anggaran 2026. Peninjauan dilakukan untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai target sekaligus melihat langsung perkembangan proyek pascalongsor yang terjadi pada 2025.
Turut hadir dalam kegiatan itu Kepala Dinas PUPR Kota Bogor Juniarti Estiningsih, Camat Bogor Selatan Harry Cahyadi, serta Lurah Batutulis Erika.
Ono Surono mengatakan pembangunan trase baru Batutulis merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Bogor. Pembangunan fisik didanai melalui APBD Provinsi Jawa Barat, sedangkan pembebasan lahan menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Bogor.
"Jadi, kunjungan kali ini kita ke pembangunan jalan Batutulis yang di 2025 yang lalu itu terjadi longsor. Alhamdulillah hari ini sudah progres dibangun. Konstruksinya dibiayai oleh APBD Provinsi Jawa Barat, sedangkan pembebasan lahannya oleh Pemerintah Kota Bogor," ujar Ono.
Berdasarkan laporan Dinas PUPR Kota Bogor, progres pembangunan kini telah mencapai sekitar 22 persen. Selain pembangunan badan jalan, proyek tersebut juga mencakup pembangunan drainase, penataan kawasan, taman, serta Leuweung Batutulis sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana.
"Alhamdulillah sekarang sudah mencapai 22 persen. Mudah-mudahan Oktober nanti akan selesai, dan bukan hanya jalan, tapi berikut drainase, juga pembangunan taman serta Leuweung Batutulis. Jadi nanti akan dihutankan kembali supaya mencegah terjadinya longsor," kata Ono.
Ia berharap seluruh pekerjaan dapat rampung sesuai target pada Oktober 2026 sehingga trase baru Batutulis dapat kembali digunakan masyarakat sekaligus memperkuat perlindungan kawasan dari ancaman longsor.
Sementara itu, Dadang Iskandar Danubrata menegaskan DPRD Kota Bogor akan terus mengawal pelaksanaan proyek agar berjalan sesuai perencanaan, baik dari sisi kualitas pekerjaan maupun ketepatan waktu penyelesaiannya.
"Kami akan terus mengawal proses pembangunan ini agar berjalan sesuai perencanaan. Harapannya proyek dapat selesai tepat waktu pada Oktober 2026 sehingga masyarakat bisa kembali menikmati akses jalan yang aman, nyaman, dan didukung dengan fasilitas pedestrian serta penataan kawasan yang lebih baik," ujar Dadang.
Selain itu, Dadang mengingatkan pelaksana proyek untuk terus memperhatikan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3), termasuk menjaga kebersihan area proyek. Hal ini penting mengingat sebelumnya sempat ditemukan ceceran material tanah yang mengganggu pengguna jalan.
Penanggung Jawab PT Promix Prima Karya, Hariyono, memastikan pihak kontraktor telah menerapkan standar K3, termasuk mengantisipasi material proyek agar tidak mengganggu lalu lintas.
"Kami sudah mengantisipasi. Mobil-mobil pengangkut tanah sebelum keluar area proyek dibersihkan terlebih dahulu bannya. Kami juga memiliki tim yang selalu membersihkan apabila ada tanah yang tercecer di jalan. Intinya jangan sampai material proyek mengganggu masyarakat pengguna jalan," jelas Hariyono.
Pembangunan trase baru Batutulis diharapkan dapat memulihkan konektivitas wilayah Bogor Selatan, meningkatkan keselamatan pengguna jalan, memperlancar akses menuju Cipaku dan Pamoyanan, sekaligus menjadi jalur alternatif menuju Ciawi. Penataan kawasan melalui pembangunan drainase, ruang terbuka hijau, dan Leuweung Batutulis juga diharapkan mampu mengurangi risiko longsor di masa mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....