Proyek Jalan Batutulis Perhatikan Sejarah dan Pelestarian Alam
- 01 Jun 2026 12:46 WIB
- Bogor
Poin Utama
- Pelestarian lingkungan menjadi salah satu perhatian utama dalam pelaksanaan pembangunan trase baru Jalan Saleh Danasasmita di kawasan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor,
- Pemerintah Kota Bogor berharap pembangunan jalan di Batutulis dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga lingkungan dan warisan sejarah yang ada di kawasan tersebut.
RRI.CO.ID, Bogor - Pelestarian lingkungan menjadi salah satu perhatian utama dalam pelaksanaan pembangunan trase baru Jalan Saleh Danasasmita di kawasan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Pengerjaan infrastruktur tersebut dilakukan dengan pendekatan yang mempertimbangkan aspek konservasi, pelindungan sumber daya alam, dan keberadaan situs bersejarah di kawasan Batutulis.
Pembangunan trase baru Batutulis diketahui memiliki nilai proyek sekitar Rp21,2 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Barat Tahun 2026. Proyek tersebut dikerjakan oleh kontraktor pelaksana PT Promix Prima Karya dan ditargetkan rampung dalam waktu sekitar 163 hari kalender sebagai bagian dari upaya memperkuat aksesibilitas kawasan Bogor Selatan.
Pemerintah Kota Bogor menilai pembangunan jalan tidak hanya berfokus pada peningkatan konektivitas wilayah, tetapi juga menjaga keseimbangan lingkungan sekitar agar tetap lestari. Kawasan Batutulis yang dikenal memiliki nilai sejarah dan bentang alam khas dinilai perlu mendapatkan perlakuan khusus selama proses pengerjaan berlangsung.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan bahwa proyek pembangunan tetap memperhatikan keberlangsungan lingkungan dan situs yang memiliki nilai sejarah.
“Program pembangunan jalan di Batutulis tetap memperhatikan aspek lingkungan karena kawasan ini memiliki nilai sejarah yang harus dijaga, termasuk beberapa titik yang berkaitan dengan sejarah masa lampau dan lingkungan yang harus tetap lestari,” ujar Dedie Rachim, Senin, 1 Juni 2026.
Selain menjaga nilai historis kawasan, pemerintah juga memastikan keberadaan sumber mata air di sekitar lokasi pembangunan tetap terlindungi selama proses pengerjaan berlangsung. Area di sekitar pintu masuk trase baru direncanakan menjadi ruang terbuka yang ditata agar memiliki fungsi konservasi sekaligus estetika kawasan.
“Di pintu masuk jalan yang sedang dikerjakan ini kami tetap memperhatikan sektor konservasi karena terdapat sumber mata air yang harus dijaga, nantinya juga akan ditata menjadi taman agar terlihat lebih indah dengan panorama langsung ke Gunung Salak,” kata Dedie Rachim.
Pemerintah Kota Bogor berharap pembangunan jalan di Batutulis dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga lingkungan dan warisan sejarah yang ada di kawasan tersebut. Dengan konsep pembangunan yang memadukan infrastruktur, konservasi, dan estetika, proyek ini diharapkan memberi manfaat jangka panjang sekaligus menghadirkan daya tarik wisata baru bagi masyarakat Kota Bogor.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....