Bogor Perkuat Ekosistem Gastronomi menuju Pengakuan UNESCO
- 17 Jul 2026 15:04 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Kota Bogor terus memperkuat ekosistem gastronomi sebagai salah satu strategi mengembangkan sektor ekonomi kreatif sekaligus mendorong pertumbuhan pariwisata. Upaya tersebut dilakukan dengan menghubungkan potensi pertanian, peternakan, budaya, sejarah, hingga pelaku kuliner dalam satu ekosistem yang utuh.
Dalam Dialog Bogor Pagi Ini edisi Kamis, 16 Juli 2026, Ketua Forum Bogor Kota Gastronomi, Haidhar Wurjanto, menjelaskan bahwa gastronomi memiliki makna yang lebih luas dibandingkan kuliner. Menurutnya, gastronomi tidak hanya membahas makanan yang tersaji di atas piring, tetapi juga mencakup asal bahan pangan, budaya, sejarah, hingga perjalanan sebuah resep dari masa ke masa.
"Gastronomi itu adalah ekosistem dari hulu ke hilir. Dari sourcing bahan, ceritanya, budayanya, sampai resepnya. Kota Bogor sangat kaya akan ekosistem itu sehingga sedang menuju sebagai kota gastronomi," ujar Haidhar Wurjanto.
Ia mengatakan, Bogor memiliki modal besar karena dikelilingi berbagai sentra pangan, mulai dari teh dan susu di kawasan Puncak, rempah-rempah di Halimun Salak, hingga beras dan umbi-umbian di wilayah barat. Sementara itu, Kota Bogor menjadi pusat riset pangan melalui IPB sekaligus pusat jasa dan pariwisata yang memperkuat pengembangan gastronomi.
Menurut Haidhar Wurjanto, saat ini Pemerintah Kota Bogor telah membentuk Forum Bogor Kota Gastronomi untuk memetakan seluruh potensi, mulai dari petani, peternak, pelaku kuliner, pemasok, hingga pedagang. Seluruh potensi tersebut akan dipersatukan melalui peningkatan standar kualitas dan penguatan storytelling sebagai bagian dari persiapan menuju pengakuan UNESCO Creative Cities Network di bidang gastronomi.
"Yang penting adalah narasi atau storytelling. Kami ingin menunjukkan bahwa Bogor layak disebut sebagai kota gastronomi karena memiliki sejarah, budaya, kontribusi ekonomi, dan ekosistem yang lengkap," katanya.
Haidhar menegaskan, tujuan utama pengembangan gastronomi bukan sekadar memperoleh pengakuan internasional. Lebih dari itu, ia berharap semakin banyak wisatawan datang ke Kota Bogor sehingga mampu meningkatkan pendapatan UMKM kuliner dan menggerakkan roda perekonomian daerah.
"Harapannya sederhana, para UMKM dagangannya semakin laku, orang datang ke Bogor, menikmati kuliner, menginap, menggunakan transportasi, sehingga ekonomi berputar. Mudah-mudahan ke depan Bogor tidak hanya dikenal sebagai Kota Hujan, tetapi juga sebagai kota dengan rasa," tutup Haidhar Wurjanto.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....