PSEL Bogor Raya Butuh Dukungan Pusat dan Pelaku Industri

  • 16 Jul 2026 22:15 WIB
  •  Bogor
Poin Utama
  • Pengelolaan sampah berbasis Waste to Energy (WtE) dinilai menjadi salah satu solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan sampah sekaligus menghasilkan energi terbarukan.
  • penguatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) dan bank sampah harus terus diperluas

RRI.CO.ID, Bogor - Pengelolaan sampah berbasis Waste to Energy (WtE) dinilai menjadi salah satu solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan sampah sekaligus menghasilkan energi terbarukan. Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menegaskan keberhasilan implementasi skema tersebut memerlukan kolaborasi erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia industri, dan seluruh pemangku kepentingan.

Pernyataan tersebut disampaikan Dedie Rachim saat menjadi narasumber dalam agenda Waste to Energy Talks 2026 yang diselenggarakan Metro TV, Kamis 16 Juli 2026. Dalam forum tersebut, ia menyoroti pentingnya percepatan revisi regulasi sebagai landasan untuk mempercepat pembangunan proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).

Menurut Dedie, penyelesaian persoalan sampah tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah daerah.

“Saat membahas revisi peraturan, harus ada tanggung jawab yang jelas dari industri dan pemerintah pusat sehingga beban penanganan sampah tidak hanya berada di pemerintah daerah," ujarnya.

Dedie menjelaskan konsep ekonomi sirkular harus menjadi bagian penting dalam sistem pengelolaan sampah nasional. Menurutnya, sampah yang masih memiliki nilai ekonomi dapat dipilah dan dimanfaatkan sejak dari sumber sehingga mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.

"Kalau ekonomi sirkular berjalan dengan baik, sampah yang masih memiliki nilai ekonomis bisa diselesaikan dari hulu. Plastik jenis PE misalnya, memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi apabila dikelola dengan benar," kata Dedie.

Selain itu, ia menilai penguatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) dan bank sampah harus terus diperluas.

“Pembinaan terhadap TPS3R dan bank sampah perlu dilakukan secara berkelanjutan agar pengelolaan sampah dari sumber dapat berjalan lebih optimal," tuturnya.

Dedie menegaskan Pemerintah Kota Bogor siap mendukung percepatan pembangunan PSEL sebagai bagian dari solusi pengurangan sampah dan penyediaan energi ramah lingkungan.

“Kota Bogor siap, tetapi tidak bisa berjalan sendiri. Persoalan sampah bersifat lintas wilayah sehingga kolaborasi dengan Kabupaten Bogor, Kota Depok, pemerintah pusat, PLN, serta seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar dua proyek PSEL di Bogor Raya dapat segera direalisasikan," tutupnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....