Fluktuasi Harga Pangan Minggu Kedua Bulan Juli di Bogor
- 13 Jul 2026 21:50 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Harga sejumlah komoditas pangan di wilayah Bogor masih menunjukkan fluktuasi pada pekan kedua Juli 2026. Komoditas hortikultura, khususnya cabai rawit merah, menjadi penyumbang utama kenaikan harga, sementara harga telur ayam ras relatif stabil dengan kecenderungan menurun tipis.
Berdasarkan data pemantauan harga pangan yang dirilis Pemerintah Kabupaten Bogor per 10 Juli 2026, harga beras medium berada di kisaran Rp13.290 per kilogram, cabai rawit merah mencapai Rp53.256 per kilogram, sedangkan cabai merahberada di kisaran Rp40 ribuan per kilogram. Harga komoditas lain seperti bawang merah, bawang putih, minyak goreng, dan gula pasir masih bergerak dalam rentang yang relatif stabil.
Sementara itu, data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) menunjukkan tren penurunan bertahap pada harga cabai rawit selama sepekan terakhir. Pada 11 Juli 2026, harga cabai rawit tercatat sekitar Rp59.850 per kilogram, turun dibandingkan awal pekan yang sempat berada di atas Rp62.000 per kilogram.
Di sisi lain, harga telur ayam rasberada di kisaran Rp28.950 per kilogram, menunjukkan kondisi yang relatif stabil sehingga belum memberikan tekanan berarti terhadap pengeluaran rumah tangga.
Fuktuasi harga cabai dipengaruhi oleh pasokan dari sentra produksi yang belum sepenuhnya pulih akibat faktor cuaca serta biaya distribusi. Sebaliknya, pasokan telur ayam masih mencukupi sehingga harga lebih terkendali.
Di tingkat daerah, Pemerintah Kabupaten Bogor terus melakukan pemantauan harga di pasar tradisional serta memperkuat ketahanan pangan melalui peningkatan produksi pertanian. Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan sehingga gejolak harga dapat diminimalkan.
Masyarakat diimbau untuk tetap berbelanja sesuai kebutuhan dan memanfaatkan informasi harga pangan resmi sebagai acuan sebelum bertransaksi. Pemerintah juga menyatakan akan terus memonitor perkembangan harga harian dan menyiapkan langkah intervensi apabila terjadi lonjakan yang berpotensi mengganggu daya beli masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....