Harga Beras Mahal, Pemerintah Diminta Awasi Tengkulak
- 16 Jun 2026 05:10 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Kenaikan harga beras dan sejumlah kebutuhan pokok masih menjadi perhatian masyarakat di tengah tekanan ekonomi dan fluktuasi nilai tukar rupiah. Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat pengawasan lebih ketat agar tidak semakin membebani daya beli masyarakat.
Dalam Dialog Astacita Bogor Pagi edisi Senin, 15 Juni 2026, Guru Besar Institut Tazkia Bogor, Prof. Murniati Mukhlisin, mengatakan pemerintah perlu lebih aktif mengawasi rantai distribusi pangan. Menurutnya, selisih harga dari tingkat petani hingga konsumen kerap dipengaruhi oleh panjangnya jalur distribusi.
"Nah ini yang kadang-kadang di petaninya berapa, kemudian intermediarinya, tengkulak-tengkulak yang menikmati luar biasa. Akhirnya di masyarakat sangat tinggi harganya," ujarnya dalam Dialog Astacita Bogor Pagi.
Ia menilai masyarakat sering mendengar informasi bahwa stok pangan nasional dalam kondisi aman. Namun di lapangan, masyarakat masih menghadapi harga kebutuhan pokok yang relatif tinggi dan sulit dijangkau sebagian kalangan.
"Nah ini yang kita harapkan pemerintah lebih peka lagi dalam hal ini. Karena rakyat kan melihat apa yang terjadi di pasar," katanya.
Menurutnya, pengawasan harga pangan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar tidak terjadi praktik yang merugikan petani maupun konsumen. Pemerintah juga diharapkan memiliki mekanisme pengendalian harga yang lebih efektif hingga ke tingkat pasar tradisional.
"Kita pengen gitu, ada kontrol mekanisme yang ada di Indonesia mengenai harga-harga. Jangan sampai rakyat di bawah merasa mengeluh," ucapnya.
Prof. Murniati berharap pemerintah dapat memperkuat pengawasan distribusi pangan serta memastikan harga kebutuhan pokok tetap terjangkau. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi yang masih berlangsung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....