Ratusan Anak Muda Hidupkan Kembali Permainan Tradisional Sunda
- 30 Jun 2026 10:27 WIB
- Bogor
Poin Utama
- Kaulinan Barudak
RRI.CO.ID, Bogor - Upaya menjaga dan melestarikan permainan anak-anak Sunda zaman dulu kini terus digencarkan di tengah masyarakat. Melalui ajang Kaulinan Sunda dan Bogor Sumpitan Open yang digelar di GOR Pajajaran, ratusan generasi muda berkumpul untuk menghidupkan kembali tradisi budaya yang mulai langka.
Langkah pelestarian ini dinilai sangat penting. Apalagi di era sekarang, anak-anak lebih sering menghabiskan waktu mereka bermain gawai (gadget) daripada bersosialisasi di luar rumah.
Pelajar Jadi Ujung Tombak Pelestarian
Agar permainan tradisional ini tidak punah, generasi muda khususnya para pelajar SMP dan SMA se-Kota Bogor dijadikan target utama. Mereka terlibat langsung dalam melestarikan dua permainan kelompok khas Sunda yang legendaris, yaitu Hadang: Diikuti oleh 16 tim tangguh, di mana setiap tim diperkuat oleh lima pemain inti dan dua cadangan. Bentengan, permainan hadang, total ada sekitar 30 tim pelajar yang antusias beradu strategi dalam permainan ini.
Ketua Wasit Sumpitan - Denny Fransiska, menceritakan bahwa kategori hadang dan bentengan ini awalnya direncanakan untuk pegawai pemerintah (SKPD). Namun, karena tidak ada yang mendaftar, panitia langsung mengalihkannya kepada para pelajar. Keputusan ini justru menjadi berkah karena para remaja inilah yang memegang kunci kelestarian budaya di masa depan.
Sumpitan Pikat Ratusan Peserta dari Berbagai Daerah
Selain hadang dan bentengan, kelestarian budaya Sunda juga digaungkan lewat perlombaan sumpitan. Cabang yang dibuka untuk umum ini sukses memikat daya tarik masyarakat luas.
Tidak tanggung-tanggung, ada lebih dari 330 peserta yang ikut bersaing. Mereka tidak hanya datang dari wilayah Bogor saja, tetapi juga berdatangan dari luar daerah seperti Banten, Bekasi, hingga Cikarang untuk saling unjuk kebolehan.
Denny menilai tingginya antusiasme ini menjadi sinyal positif bahwa kaulinan Sunda masih memiliki daya tarik yang kuat. Perlombaan seperti ini bukan sekadar kompetisi biasa, melainkan sebuah gerakan nyata untuk mengenalkan kembali identitas dan kekayaan budaya Sunda kepada generasi penerus bangsa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....