Refleksi Tahun Baru Islam: Dari Perubahan Diri menuju Perubahan Sosial

  • 18 Jun 2026 10:20 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Tahun Baru Islam 1448 Hijriah menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk melakukan refleksi diri sekaligus memperkuat semangat hijrah menuju kehidupan yang lebih baik. Pergantian tahun dalam kalender Hijriah tidak hanya dimaknai sebagai perubahan angka, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengevaluasi perjalanan hidup dan memperbaiki berbagai aspek kehidupan agar lebih dekat kepada Allah SWT.

Penceramah MUI Kota Bogor, H. Mahfud Hidayat, Lc., SSI., M.E., mengatakan bahwa penetapan peristiwa hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah sebagai awal kalender Hijriah mengandung pesan besar tentang perubahan. Menurutnya, semangat hijrah yang diwariskan Rasulullah tetap relevan diterapkan oleh umat Islam dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan saat ini.

"Hijrah itu perpindahan dari satu kondisi ke kondisi yang lebih baik, dari maksiat kepada taat, dari pesimis menjadi optimis, dan dari egoisme menjadi kepedulian sosial," ujarnya dalam Dialog Astacita Bogor Pagi edisi Selasa, 16 Juni 2026, di Pro1 RRI Bogor

Ia menjelaskan bahwa makna hijrah pada masa sekarang tidak harus dipahami sebagai perpindahan tempat tinggal seperti yang dilakukan Rasulullah SAW. Hijrah dapat diwujudkan dalam bentuk perubahan perilaku, pola pikir, serta kebiasaan sehari-hari yang mengarah pada peningkatan kualitas diri dan kehidupan bermasyarakat.

Menurutnya, perubahan yang besar harus diawali dari perubahan pribadi. Seseorang tidak dapat berharap kondisi lingkungan menjadi lebih baik apabila dirinya sendiri tidak memiliki kemauan untuk berubah. Karena itu, semangat hijrah perlu dimulai dengan membangun optimisme dan keyakinan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya.

"Orang yang hijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang Allah larang. Jadi makna hijrah hari ini adalah berpindah menuju kondisi yang lebih dicintai Allah SWT," katanya.

H. Mahfud menilai salah satu langkah penting dalam proses perubahan adalah melakukan muhasabah atau evaluasi diri. Melalui muhasabah, seseorang dapat mengenali berbagai kekurangan yang masih dimiliki, kemudian menyusun langkah-langkah perbaikan secara bertahap dan berkelanjutan.

Ia mengingatkan bahwa banyak orang mudah menilai kesalahan orang lain, tetapi sering kali kesulitan melihat kekurangan dalam dirinya sendiri. Padahal, introspeksi diri menjadi kunci utama untuk menciptakan perubahan yang nyata dan berkelanjutan.

Menurutnya, perubahan tidak harus dimulai dari hal-hal besar yang sulit dilakukan. Justru kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten akan memberikan dampak yang lebih besar dalam jangka panjang. Contohnya adalah membiasakan membaca Al-Qur'an setiap hari meskipun hanya satu halaman, memperbaiki kualitas salat, memperbanyak sedekah, serta menjaga lisan dari perkataan yang tidak bermanfaat.

"Jangan takut memulai perubahan. Mulailah dari hal-hal kecil, karena amal yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan terus-menerus meskipun sedikit," ucapnya.

Di tengah perkembangan teknologi dan media sosial yang semakin pesat, H. Mahfud mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan kemajuan tersebut sebagai sarana menambah ilmu dan meningkatkan keimanan. Menurutnya, teknologi dapat menjadi alat yang membawa manfaat apabila digunakan untuk mengakses konten-konten positif dan memperluas wawasan keagamaan.

"Kalau teknologi bisa digunakan untuk mendengar bacaan Al-Qur'an, kajian agama, dan ilmu yang bermanfaat, mengapa tidak kita manfaatkan untuk mendekatkan diri kepada Allah," katanya.

Ia menilai tantangan terbesar masyarakat saat ini bukan hanya kemajuan teknologi itu sendiri, melainkan bagaimana mengendalikan diri dalam menggunakannya. Karena itu, diperlukan kesadaran untuk memilih informasi yang bermanfaat serta menghindari konten yang dapat merusak moral dan akhlak.

Selain perubahan individu, H. Mahfud juga menekankan pentingnya peran keluarga sebagai fondasi utama pembentukan karakter generasi muda. Menurutnya, keluarga merupakan madrasah pertama yang akan menentukan arah perkembangan anak dalam kehidupan sosial maupun keagamaan.

Ia menjelaskan bahwa keteladanan orang tua menjadi faktor yang sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai kebaikan. Orang tua tidak cukup hanya memberikan nasihat, tetapi juga harus menunjukkan contoh nyata melalui perilaku sehari-hari. Selain itu, komunikasi yang hangat dan terbuka perlu dibangun agar anak merasa nyaman menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapinya.

Di sisi lain, generasi muda juga memiliki peran strategis dalam mewujudkan perubahan sosial yang positif. H. Mahfud mengajak para pelajar, mahasiswa, dan pemuda untuk menjadi pelopor kebaikan, aktif dalam kegiatan sosial, serta menjaga persatuan di tengah berbagai perbedaan yang ada di masyarakat.

Menurutnya, generasi muda perlu memanfaatkan masa produktif mereka untuk menanamkan berbagai nilai positif yang akan menjadi bekal dalam memimpin bangsa pada masa mendatang. Sikap saling menghormati, kepedulian sosial, serta kemampuan menyaring informasi menjadi bekal penting dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

Ia juga mengingatkan bahwa Islam merupakan agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam. Oleh karena itu, nilai-nilai Islam harus mampu menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan sosial seperti penyebaran hoaks, intoleransi, menurunnya kepedulian sosial, hingga krisis keteladanan yang terjadi di tengah masyarakat.

Menutup perbincangan, H. Mahfud mengajak masyarakat menjadikan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah sebagai titik awal untuk memperkuat iman, meningkatkan kualitas ibadah, memperbaiki akhlak, serta memperluas manfaat bagi sesama. Menurutnya, semangat hijrah yang dimulai dari perubahan diri akan memberikan dampak positif bagi keluarga, lingkungan, hingga kehidupan sosial yang lebih luas.

"Siapa yang hari ini lebih baik dari kemarin, maka ia termasuk orang yang beruntung. Tahun Baru Islam bukan hanya tentang bertambahnya angka tahun, tetapi tentang bertambahnya kualitas iman dan ketakwaan kita kepada Allah SWT," tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....